Sunnah-Sunnah Dalam Berwudhu



1. Bersiwak

Hal ini berdasarkan sabda Nabi ,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

_“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka *untuk bersiwak setiap akan wudhu”.*_ [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

Dianjurkan bersiwak bagi orang yang berpuasa pada pagi dan sore hari berdasarkan *hukum asalnya yaitu boleh.*


2. Mencuci kedua telapak tangan di awal wudhu

Di antara dalil-dalil yang menyebutkan hal itu adalah Hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu di dalamnya disebutkan, _"… Beliau menuangkan (maksudnya memiringkan dan mengalirkannya) air dari bejana itu ke tangannya lalu *mencuci kedua tangan Beliau tiga kali."*_ [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim]

Demikian juga hadits yang akan dijelaskan pada poin yang ke 4: _"Beliau menuangkan air *(yaitu mengucurkan air tersebut) ke kedua telapak tangan Beliau 3 kali lalu mencuci keduanya."*


3. Menggosok kepala bagi orang yang tidak memiliki rambut panjang dan tebal

Dari Abdullah bin Zaid: _"Bahwasanya dibawakan kepada Rasulullah air sebanyak dua pertiga mud, kemudian beliau *menggosok kedua lengannya dengan air tersebut."*_ [Diriwayatkan oleh Ibnu khuzaimah dalam shahihnya]

  

4. Membasuh sebanyak 3 kali

Ada beberapa hadits yang menerangkan hal ini diantaranya adalah sebagai berikut: Dari Humran bekas budak 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu ‘anhu: _"‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu minta diambilkan air wudhu lalu berwudhu. Dia basuh kedua telapak tangannya *tiga kali.* Kemudian berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya. Lalu membasuh wajahnya *tiga kali,* kemudian membasuh tangan kanannya hingga ke siku *tiga kali,* begitupula dengan tangan kirinya. Setelah itu, ia usap kepalanya lantas membasuh kaki kanannya hingga ke mata kaki *tiga kali,* begitupula dengan kaki kirinya. Dia kemudian berkata, *‘Aku pernah melihat Rasulullah berwudhu sebagaimana wudhuku ini,* kemudian Rasulullah bersabda:_

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوْئِ هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيْهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

_"Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua raka'at dan tidak berkata-kata dalam hati dalam kedua raka'at tadi, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.""_ [HR. Bukhari & Muslim]

Dari Al Muthalib bin Abdullah bin Hanthab, dia berkata: _"Bahwasanya Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berwudhu *tiga kali-tiga kali* lalu ia menyandarkan hal itu kepada Rasulullah ."_ [Diriwayatkan oleh an-nasa'i dan Ibnu Majah]

Sebagaimana juga riwayat yang shohih dari beliau bahwasanya beliau mencuci sebagian anggota wudhu *2 kali dan sebagian lain tiga kali.*

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, _Dia berkata bahwasanya Rasulullah berwudhu *dua kali dua kali.*_ [Diriwayatkan oleh Abu Dawud]


5. Berdoa setelah berwudhu

Berdasarkan sabda beliau : _"Tidaklah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, *kemudian berdoa:*_

*أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.*

```"Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak dibadahi dengan benar kecuali Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."```

_Melainkan *dibukakan baginya delapan pintu Surga.* Dia memasukinya._ [HR. Muslim, no. 234]

*• Tambahan Doa*
At-Tirmidzi menambahkan:

*اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.*

```"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci." [Shahiih Sunan at-Tirmidzi (no. 48) dan Sunan at-Tirmidzi (I/38 no. 55)]```

Dari Abu Sa'id, Nabi bersabda, _"Barangsiapa berwudhu lalu mengucapkan:_

*سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.*

```"Mahasuci dan Terpuji Engkau ya Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu."```

_Niscaya *ditulislah dalam lembaran putih, lalu dicap dengan sebuah stempel yang tidak akan rusak hingga hari Kiamat."*_ [Shahih: (At-Targhiib, no. 220), Mustadrak al-Hakim (I/564)]

*Tidak ada riwayat yang shahih tentang berdoa ketika wudhu* (pada saat membasuh tiap-tiap anggota wudhu.' -pent).


6. Salat dua rakaat setelah wudhu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi berkata kepada Bilal ketika hendak shalat Shubuh, _"Wahai Bilal, beritahulah aku amalan yang paling engkau harapkan (pahalanya) yang engkau kerjakan dalam Islam. Karena sesungguhnya aku mendengar suara kedua sandalmu di hadapanku di Surga."_

Dia menjawab, _"Tidaklah aku melakukan amalan yang paling aku harapkan (pahalanya). Hanya saja, *aku tidaklah bersuci, baik saat petang maupun siang, melainkan aku shalat (sunnah) dengannya apa-apa yang sudah dituliskan (ditakdir-kan) tentang shalatku."*_ [Mutafaqun 'Alaihi]

Semoga Allah menunjuki kita pada jalan yang lurus dan dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita serta kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shohih. Wallahu a'lam.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 






*Referensi:* Kitab "Al-Mausuu'ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah Al-Muthahharah (Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Qur'an & As-Sunnah)." Karya Syaikh Husain bin 'Audah al-'Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

Disusun oleh *Akhukum Fillah Abu Muhammad Royhan*

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Pesona Batik Dalam Dress Modern

NEXT ARTICLE

17 Keutamaan Membaca Al Qur'an Seti...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru