Mempertebal Iman Dengan Mendalami Ayat Kauniyah


Allah swt memberikan ilmuNya antara lain melalui dua cara, yaitu melalui ayat-ayat qauliyah (wahyu yang diturunkan dengan perantaraan malaikat Jibril kepada RasulNya Muhammad SAW, yaitu Al-Quran) dan ayat-ayat kauniyah (alam beserta segala isinya baik yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos) untuk menegaskan dan membuktikan kebenaran ayat-ayat qauliyah).


Terkait hal ini, Allah swt berfirman :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?“ (QS. Fush Shilat [41]:53 )

Antara ayat qauliyah dan kauniyah senantiasa berhubungan erat. Artinya, semua ilmu Allah swt yang terbentang pada penciptaan alam semesta (ayat kauniyah) telah dituangkan pula di dalam Al-Quran (ayat qauliyah).

Berikut diantara bukti-bukti kekuasaan Allah swt yang tertuang pada penciptaan alam semesta (ayat-ayat kauniyah) sebagaimana termaktub dalam surat Al-Jatsiyah ayat 3-6, sebagai berikut :

1.Pada penciptaan langit dan bumi

“Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman.” (surat Al-Jatsiyah ayat 3).

2.Pada penciptaan manusia dan hewan

“Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran di muka bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk kamu yang meyakini.” (surat Al-Jatsiyah ayat 4).

3.Pada pergantian malam dan siang

4.Pada peristiwa turunnya hujan

5.Pada perkisaran angin


“Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan hujan itu bumi sesudah matinya ; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal.” (surat Al-Jatsiyah ayat 5).



Melalui bukti-bukti tersebut, Allah swt tak hanya menegaskan akan kekuasaanNya, tetapi juga menjadi isyarat bagi manusia untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, merenungkan, mempelajari, lalu mengambil kesimpulan terhadap penciptaanNya. Sungguh, tidak ada satupun penciptaan Allah swt yang sia-sia, bahkan daun kering yang jatuh ke tanah pun mengandung hikmah dan alasan. Dan diharapkan untuk menjadi akhir dari semua proses ini, adalah semakin mempertebal keimanan manusia terhadap Allah swt.

Semoga kita termasuk hamba-hambaNya yang senantiasa meyakini kebenaran ayat-ayat Allah swt dan terus menimba ilmu setinggi-tingginya demi menggali hikmah dan pelajaran dari setiap penciptaan Allah swt, sehingga akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt.


 

Sumber : ummi-online.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Mengucapkan Tasbih, Tahmid, Takbir ...

NEXT ARTICLE

10 Sifat Istri Yang Melancarkan Rez...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru