Kedahsyatan Kalimat Haulaqah ( Laa Hawla wala quwwata illa billah )



Kalimat “Hauqalah” atau (لا حول ولا قوة إلا بالله) “laa haula wala quwwata illa billah”   ( Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah ) ---- sangat dianjurkan untuk sering dibaca. Rasulullah Shallalahu ’alaihi  Wasallam bersabda,

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ». فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ »

Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau kuberitahu tentang salah satu tabungan/simpanan dari simpanan-simpanan surgawi? Abdullah bin Qais menjawab: ‘Tentu, wahai Rasulullah’. Ia bersabda: ‘Ucapkanlah laa haula wa laa quwwata illa billah'” (HR. Bukhari no.4205, Muslim no.7037).


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قال:”هي كنز من كنوز الجنة” والكنز مال مجتمع لا يحتاج إلى جمع؛ وذلك أنَّها تتضمن التوكل والافتقار إلى الله تعالى.

“Nabi Shallalahu ’alaihi  Wasallam mengatakan “salah satu tabungan/simpanan dari simpanan-simpanan surgawi “, lafadz (الكنز) “al-Kanzu” maknanya adalah harta yang terkumpul dan tidak membutuhkan  lafadz jamak (كنوز), hal tersebut karena hauqalah mengandung makna tawakkal dan iftiqar (membutuhkan) Allah Ta’ala.” (Majmu’ Fatawa 13/321, Darul Wafa, cet. III, 1426 H, syamilah)


Rasulullah Shallalahu ’alaihi  Wasallam berkata kepada Abu Musa radhiallahu ‘anhu,

ألا أدلك على باب من أبواب الجنة ؟ قلت بلى ، قال: لا حول ولا قوة إلا بالله )) ، رواه الترمذي وأحمد

“Maukah engkau aku tunjukkan salah satu dari pintu surga? Aku berkata, ‘tentu’. Beliau bersabda, ‘ Laa haula wala quwwata illa billah” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ no. 2610).

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

Dari Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia” (HR. Ahmad 5/159, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah no, 2166).

 

Inilah kisah luar biasa terkait dahsyatnya dzikir Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah


Sahabat Nabi yang bernama :’Auf bin Malik Al-Asyja’i pergi menemui Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam , dan berkata: “Ya Rasulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah dan ia belum pulang, apa yang harus saya perbuat? Padahal seluruh pasukan sudah pulang.”

 

Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda: “Ya ‘Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan 'Laa haula wa laa quwwata illa billah' Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.”

Auf pulang ke rumah dan istrinya sendiri menanti anaknya yang belum datang. Melihat suaminya datang istrinya bertanya:

“Wahai ‘Auf apa yang diberikan oleh Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam?”

Auf menjawab: Beliau mewasiatkan untukku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan 'Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah'

Apa jawaban istri yang sholehah dan sabar ini?

“Ya, sungguh benar Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam” dan beliau selalu benar.

Akhirnya mereka berdua duduk terus berdzikir dengan 'Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah'

Sampai saat malam yang gelap tiba, seketika ada yang mengetuk pintu, dan Auf berdiri membuka pintu, ternyata yang datang adalah anaknya Malik membawa banyak sekali domba sebagai ghonimah.

Maka Auf bertanya: Apa ini?

Malik menjawab:”Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang dari besi perlahan-lahan longgar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas. Maka saya bisa datang sekarang dengan kambing-kambing ghonimah ini.”

Maka Auf berkata: “Wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali? Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?”

Malik menjawab: “Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa saya.”

Subhanallahi al ‘adzim

Maka Auf mendatangi Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam untuk memberi kabar beliau.

Tapi sebelum Auf memberi kabar beliau.

Rasulullah saw mengatakan kepada Auf: “Wahai Auf bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا


“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaq:2-3)


Ketahuilah sesungguhnya 'Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah' . Adalah harta terpendam dibawah singgasana ‘Arsy Ar-Rahman.  Ia adalah obat bagi 99 penyakit, yang paling ringan adalah penyakit gundah.

Subhanallah.. Inilah fadhilah dan hikmah dzikir Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah

Maka perbanyaklah membacanya setiap hari karena dia merupakan perbendaharaan surga.





*dari berbagai sumber 

 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Larangan Makan dan Minum Dengan Tan...

NEXT ARTICLE

21 Hal Tentang Hadiah Dalam Pandang...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru