Sukses Berbisnis Tanpa Riba




Semakin hari, semakin banyak orang-orang yang merasa tertantang untuk mencoba masuk ke bidang wirausaha. Menggeluti hobi seraya bekerja dengan menjadi “bos” untuk diri sendiri. Menjadi pengusaha atau seorang pebisnis tentu saja membuat seseorang menjadi lebih leluasa dalam mengatur hidupnya. Bahkan banyak orang sukses yang saat ini kita kenal, mengawali karirnya sebagai seorang pengusaha dibidang apapun itu.


Semua orang yang memutuskan menjadi pebisnis tentu saja mendambakan keuntungan yang berlipat ganda. Mungkin tidak hanya pebisnis, namun semua orang mendambakan keuntungan dari kerja yang ia lakukan. Tidak pernah ada orang yang menginginkan untuk menjadi gagal bukan? Menjadi seorang pebisnis bukan berarti tanpa resiko. Banyak tantangan yang ada di depan mata harus dilalui untuk mencapai tahap kesuksesan.


Walaupun makna sukses bagi setiap orang berbeda, namun setidaknya menggapai kesuksesan bagi kebanyakan orang memang masih terbilang sangat sulit. Hal ini terbukti dari masih banyak orang mencari tips-tips menggapai kesuksesan melalui buku atau sumber lain. Padahal sebagai seorang muslim, kita harus sadar bahwasanya tips sukses itu sudah ada di depan mata. Tidak perlu mencarinya terlalu jauh. Ia dekat dan lekat dengan keseharian kita.  


Dalam Islam, semua hal sudah diatur sedemikian rupa dalam Al-Quran. Petunjuk bagi setiap orang yang sedang mencari jawaban dari setiap permasalahan. Meskipun dekat dengan keseharian, namun terkadang kita terlalu sulit untuk menyadarinya. Seperti definisi sukses yang kita bicarakan di atas, setiap orang mendambakannya termasuk juga para pebisnis terutama bagi pemula. Namun kita tidak menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari..


Alhasil, kita pun jadi merasa sulit sekali untuk menggapai kesuksesan dalam berbisnis. Padahal dalam Al-Quran telah secara jelas ditulis bahwasanya untuk meraih kesuksesan dalam bidang apapun itu terutama pebisnis maka janganlah memakan yang haram. Salah satunya adalah riba. Riba sangat dekat dengan keseharian, bahkan di masyarakat riba sudah dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Riba dianggap sebagai salah satu cara agar sukses dapat dengan mudah diraih.


Riba adalah hal utama dan yang paling mendasar harus diperhatikan bagi pebisnis pemula. Hal ini dikarenakan kesuksesan sebuah bisnis atau usaha dimulai dari kehalalan yang ada di dalamnya. Jika sebagai pemula dan awal mendirikan usaha sudah terjebak riba maka dapat dipastikan bahwa keberkahan akan pergi menjauh dari kita. Riba adalah salah satu dosa besar yang sangat diharamkan. Karena sudah diharamkan maka sudah seharusnya pula kita untuk menjauh darinya. Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 275 Allah Swt telah berfirman :

 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Qs Al-Baqarah:275)


Jelas bukan? Dilarang bagi kita untuk memakan riba dan orang yang memakan riba akan merugi. Itu artinya, orang yang di dalam bisnisnya ada kata riba, maka cepat atau lambat dia akan melihat kerugian yang nyata dalam bisnisnya.


Perintah dalam Al-Quran ini bukanlah sekedar seruan belaka. Sudah banyak kejadian dan kisah-kisah yang sudah dialami oleh pengusaha atau pebisnis yang kemudian mengalami kebangkrutan karena terlibat riba. Terjerat hutang yang bahkan sampai milyaran namun ketika ia menyadari kesalahan yang telah diperbuat karena terjebak riba maka iapun segera bertaubat dan setelah itu ia benar-benar menjauhi riba. Walhasil ia pun mendapat keuntungan milyaran bagi perusahaannya.


Salah satu kisah pengusaha itu dikutip dari islamidia.com, yaitu ada dua orang pengusaha yang memiliki hutang milyaran karena berbisnis dengan melibatkan riba, namun setelah taubat dari riba usaha mereka justru menghasilkan keuntungan milyaran dan usaha yang dimiliki semakin banyak. Kedua pengusaha itu adalah Bapak Heppy Trenggono, pengusaha perkebunan sawit di bawah bendera PT. Balimuda Group dan  Bapak Tanto Abdurrahman, pemilik usaha pertambangan, tambak, percetakan, Biro haji Umroh, dll. 


Dari kisah kedua pengusaha itu, kita dapat belajar bahwa bisnis yang sukses tidak akan kita dapatkan jika di dalam bisnis itu masih terdapat riba. Sebab, riba adalah hal yang dilarang Allah dan jika tetap kita lakukan maka sama saja kita dzalim pada diri kita sendiri. Seperti dalam surat At Thalaq: 1, Allah berfirman :

 

“Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum -hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” 

 

Oleh karena itu, kita sebagai makhluk ciptaan Allah sebaiknya senantiasa mengikuti aturan yang telah Allah buat agar kita tidak termasuk sebagai manusia yang berbuat zalim terhadap diri kita sendiri. Sebab, aturan yang Allah berikan di dalam Al Quran, semata-mata hanya untuk kebaikan kita sendiri. Jadi, mulai sekarang jauhi bisnis kita dari riba agar bisnis yang kita jalani tidak menuai hutang yang besar, melainkan keuntungan yang berkah.






*artikel : azzlam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Bahaya Enggan Melunasi Hutang

NEXT ARTICLE

Bahaya Sikap Sombong

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru