Resensi Film Ayat-Ayat Cinta 2 : Cerita Cinta Terbaik



Sembilan tahun telah berlalu, sejak Film Ayat Ayat Cinta 1 diputar di bioskop.Film ini dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama oleh Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy).

Akhir dari film Ayat Ayat Cinta 1, adalah penegasan bahwa Fahri Abdullah dan Aisha adalah jodoh satu dengan lainnya dan cobaan demi cobaan hidup hanya memperkuat ikatan cinta mereka.

Tentunya film Ayat Ayat Cinta 2 ini membawa beban tersendiri, akankah sesukses film Ayat Ayat Cinta 1, yang telah meraih profit senilai US $ 13 juta

 

Film Ayat Ayat Cinta 2 ini , juga didasarkan oleh novel dengan judul yang sama pula, kembali ditulis oleh Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy). Kang Abik seolah berusaha menjawab kerinduan penggemarnya dan kembali menulis menjadi serial dalam harian Republika dan kemudian Harian Republika merilis menjadi novel pada bulan November 2015. Tentunya saat MD Entertainment tertarik untuk mengangkat novel ini ke layar lebar, seolah menjawab pula kerinduan penggemar dan pertanyaan akan kapankah diputar.


 

Kegigihan dan keseriusan Manoj Punjabi dalam menghasilkan film layar lebat yang berkualitas memang harus diberikan acungan jempol. Terbukti pada film Ayat Ayat Cinta 2 ini, Manoj melibatkan banyak pekerja film berkualitas, termasuk aktor dan sutradara, hingga ia rela terbang ke pusat perfilman dunia-Hollywood untuk melakukan pekerjaan tata suara filmnya.

 

Manoj pun menegaskan , "Seperti pernah saya katakan bahwa saya akan sangat serius menggarap film Ayat Ayat Cinta 2 ini. Segenap daya dan usaha kita curahkan demi mewujudkan cita-cita besar saya mengahadirkan produk-produk yang bukan hanya menghibur tapi juga menginspirasi. Dukungan cerita yang luar biasa, pemain yang juga all-out dan didukung para pekerja film terbaik di bidangnya masing-masing, maka saya dengan bangga menyatakan ini film terbaik dan terbesar yang pernah saya buat. Mudah-mudahan akan kembali menjadi film phenomenal sebagaimanan Film Ayata Ayat Cinta di tahun 2008" Demikian kata Manoj

  

Sinopsis:


Film ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya bercerita Fahri Abdullah (Fedi Nuril) saat ini hidup sendiri di Edinburgh, bersama asistennya Hulusi (Pandji Pragiwaksono). Fahri telah kehilangan Aisha tujuh bulan lalu, saat Aisha menjadi sukarelawan di jalur Gaza. Sejak saat itu Fahri tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Aisha.

 

Fahri terus menunggu dalam kesedihannya yang mendera hatinya. Kesedihan yang coba dia atasi dengan kesibukannya sebagai seorang dosen dan juga pengusaha sukses di kota tersebut. Fahri juga disibukkan dengan kehadiran Misbah (Arie Untung), sahabat lamanya, yang ingin menumpang tinggal bersamanya

 

Fahri seringkali dihadapkan pada persoalan tetangga-tetangganya yang beragam. Ada nenek asal Yahudi, Catarina (Dewi Irawan) yang sedang mengalami permasalahan dengan anak tirinya. Ada juga Keira McGills (Chelsea Islan) seorang pemain biola berbakat yang sangat membenci Fahri, karena dianggap sebagai teroris yang telah menyebabkan kematian ayah mereka akibat bom di London.

 

Fahri mencoba untuk terus menjalankan amanah Aisha agar dia bisa membantu orang-orang di sekelilingnya. Niat baik Fahri ini seringkali malah membuat salah paham dan menyeret ke persoalan yang lebih rumit dan membahayakan hidupnya. Kehidupan Fahri menjadi semakin rumit ketika hadir Hulya (Tatjana Saphira) keponakan Aisha yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.

 

Hulya yang ceria dan dinamis, menunjukkan ketertarikannya pada Fahri. Hulya bersedia menggantikan peran Aisha dalam kehidupan Fahri. Fahri ragu untuk membuka hatinya bagi kehadiran Hulya, itu sama saja dia mengakui bahwa Aisha sudah meninggal. Fahri masih berharap, setiap malamnya, Aisha kembali muncul dalam hidupnya. Semua mendukung Fahri melanjutkan hidupnya bersama Hulya, termasuk Sabina (Dewi Sandra) seorang perempuan terlantar berwajah cacat yang ditampung Fahri untuk tinggal bersama mereka. Sabina yang sudah dianggap saudara oleh Fahri, ternyata tidak saja membantu mengurusi rumah Fahri, tapi juga mampu membuat Fahri melanjutkan hidupnya

 

Daftar pemeran diadaptasi dari IMDb.[4]

 

Fedi Nuril sebagai Fahri bin Abdullah Shiddiq

Tatjana Saphira sebagai Hulya

Chelsea Islan sebagai Keira

Dewi Sandra sebagai Sabrina

Nur Fazura sebagai Brenda

Pandji Pragiwaksono sebagai Hulusi

Bront Palarae sebagai Baruch

Dewi Irawan sebagai Catarina

Deborah Whyte sebagai Janet

Cole Gribble sebagai Jason

Arie K. Untung sebagai Misbah

Syifa Hadju sebagai Fatimah

Paul Lapsley sebagai Anggota Polisi

 

Film ini disutradarai oleh Guntur Soehardjanto. Penulis skenario oleh Alim Sudio dan Ifan Ismail,

Film ini berlatar belakang di berbagai tempat seperti Gaza, Skotlandia, London, Budapest, dan juga Jakarta

Film Ayat-Ayat Cinta 2 sudah bisa Anda tonton di Bioskop mulai tanggal 21 Desember 2017.

 

*Ditulis oleh : Nuty Laraswaty

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

4 Keutamaan Ayat Kursi

NEXT ARTICLE

Nasehat Yang Lebih Manis Daripada M...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru