Perbuatan yang Membatalkan Amalan

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du.

 

Setiap kita berlomba-lomba untuk beramal, namun jangan sampai amalan yang sudah kita kumpulkan dengan susah payah akhirnya batal karena perbuatan kita sendiri. Perbuatan apa saja yang dapat membatalkan amalan kita?

 

Berkata Dusta dan Beramal Dengannya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." [HR. Bukhari no. 1903]

Apa yang dimaksud dengan az zuur? As Suyuthi mengatakan bahwa az zuur adalah berkata dusta dan menfitnah. Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. [Syarh Sunan Ibnu Majah, 1/121, Maktabah Syamilah]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk berkata yang baik, di antara bentuk berkata yang baik adalah jujur, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan hakekatnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang dusta, yaitu memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hakekatnya. Dusta termasuk dosa besar. Al-Imam adz-Dzahabi menyebutkan di dalam kitab beliau, al-Kabâir, dosa besar ke-30 “Sering Berdusta.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dosa berdusta mengiringi dosa syirik dan durhaka kepada orang tua. Ini menunjukkan bahwa berdusta termasuk dosa-dosa besar yang paling besar.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ z قَالَ قَالَ النَّبِيُّ n أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya Radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Perhatikanlah (wahai para Sahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?" Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para Sahabat mengatakan, "Tentu wahai Rasulullah." Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

Sebelumnya Beliau bersandar, lalu Beliau duduk dan bersabda: "Perhatikanlah! dan perkataan palsu (perkataan dusta)." Beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata, "Seandainya Beliau berhenti." [HR. Al-Bukhâri, no. 2654, 5976, dan Muslim, no. 143/87]

 

Memelihara Anjing Kecuali Untuk Menjaga Binatang Ternak dan Tanaman Serta Anjing untuk Berburu

Seorang muslim tidak diperkenankan memelihara anjing di rumahnya tanpa ada keperluan yang diizinkan oleh syariat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنِ اتَّخَذَ كَلْباً إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ ، أوْ صَيْدٍ ، أوْ زَرْعٍ ، انْتُقِصَ مِنْ أجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

 

“Siapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga hewan ternak, berburu dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya setiap hari sebanyak satu qirath.” [HR. Muslim, no. 1575]

 

Di riwayat yang lain akan berkurang pahalanya sebesar dua qirath.

 

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ ، نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ

 

“Barangsiapa memanfaatkan anjing, bukan untuk maksud menjaga hewan ternak atau bukan maksud dilatih sebagai anjing untuk berburu, maka setiap hari pahala amalannya berkurang sebesar dua qirath.” [HR. Bukhari no. 5480 dan Muslim no. 1574]

 

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, "Adapun memelihara anjing dihukumi haram bahkan perbuatan semacam ini termasuk dosa besar -Wal ‘iyadzu billah-. Karena seseorang yang memelihara anjing selain anjing yang dikecualikan (sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di atas, pen), maka akan berkurang pahalanya dalam setiap harinya sebanyak 2 qiroth (satu qiroth = sebesar gunung Uhud)." [Syarh Riyadhus Shalihin, pada Bab: Haramnya Memelihara Anjing Selain Untuk Berburu, Menjaga Hewan Ternak atau Menjaga Tanaman]

 

Ya Allah yang membolak-balikan hati tetapkanlah hati-hati kami atas agama-Mu, dan janganlah Engkau palingkan kami meskipun hanya sekejap saja.

 

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

Referensi: Diringkas dari Kitab "Penyebab Rusaknya Amal Menurut Al-Quran & As-Sunnah. Karya Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali hafidzahullah" dengan sedikit penambahan dari beberapa sumber



 

Disusun: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Yakinkah Amalan Kita Diterima Allah...

NEXT ARTICLE

Tuntunan Untuk Berlindung dari Baha...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru