Menyusuri Masjid Keramat Pulau Tengah



Sumatera merupakan salah satu pulau yang memiliki beragam destinasi wisata menarik di Indonesia. Tidak hanya alamnya, namun juga wisata budaya dan sejarahnya. Seperti yang terdapat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Rumah bagi Suku Kerinci ini memiliki peninggalan-peninggalan bersejarah seperti batu silindrik yang berumur ribuan tahun, rumah adat, dan juga masjid-masjid Kuno. Salah satu masjid kuno itu adalah Masjid Keramat Pulau Tengah.


Masjid Keramat Pulau Tengah berada di Desa Koto Tuo Pulau Tengah, Kecamatan Danau Kerinci. Akses menuju masjid ini sangat mudah karena berada di tepi jalan raya. Sudah ada gerbang yang bertuliskan mesjid Keramat Pulau Tengah sebagai penanda yang akan menyambut kedatangan.


Dari gapura utama yang berjarak sekitar 100 meter sudah terlihat gapura mesjid. Masjid Keramat ini merupakan salah satu masjid tertua di Kerinci dan mempunyai arsitektur yang unik dan khas. Terletak di tengah permukiman penduduk menjadikan masjid ini cukup terawat dan banyak didatangi oleh wisatawan dari luar daerah. Selain sebagai tempat ibadah sehari-hari, masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang hendak belajar tentang arsitektur maupun sejarah masjid.


Pada bagian gapura terdapat beberapa keramik yang menggambarkan suasana kehidupan pada zaman Belanda, terdapat gambar kincir angin dengan beberapa orang peternak di sebuah padang rumput yang cukup luas. Di sisi bagian depan juga terdapat sebuah papan kuno yang bertuliskan mesjid Keramat ini dilindungi oleh monumen ordonante pada tahun 1931.


Kondisi fisik masjid Koto Tuo ini masih terawat dengan baik, walaupun sudah ada renovasi pada tahun 1926 lantai masjid diganti dengan semen sedangkan atap nya yang terbuat dari ijuk diganti dengan seng. Selain itu juga terdapat penambahan ruangan baru di sisi kanan masjid yang sudah berbentuk modern.


Akan tetapi sisi keunikan masjid masih terlihat dengan baik. Seperti corak pada dinding, jendela serta tiang penyangga di dalam ruangan masjid yang memiliki corak dan motif ukiran khas Kerinci berupa hiasan garis-garis geometris.




Dinding masjid pun masih dihiasi dengan berbagai tempelan ubin keramik. Beberapa bagian dinding masih terbuat dari kayu sedangkan pada bagian lain sudah diganti dengan tembok. Masjid ini berbentuk tumpang dengan 25 buah tiang penopang kayu berbentuk persegi delapan yang berhias motif tumpal.



Pada halaman masjid ini juga terdapat sebuah tabuh yang sudah tua. Tabuh ini biasanya digunakan ketika terjadi suatu musibah atau hal genting lainnya di Pulau Tengah. Berbeda dengan masjid kuno Lempur Mudik dan Lempur Tengah, masjid keramat ini masih di fungsikan untuk kegiatan ibadah sehari-hari.


Di dalam ruangan masjid ini terdapat sebuah tiang besar segi delapan yang berdiri di tengah-tengah masjid dengan banyak gambar keramik bermotif bunga. Arsitektur masjid keramat ini lebih menyerupai masjid Agung Pondok Tinggi karena juga terdapat sebuah tangga di bagian dalam ruangan menuju sebuah mimbar d bagian atas yang berukuran sekitar 3 sampai 4 meter. Masjid Keramat ini merupakan salah satu saksi bisu perjuangan rakyat Pulau Tengah ketika perang melawan penjajahan Belanda.


Mengunjungi masjid ini membuat kami bertambah kagum dengan keindahan alam Kerinci berupa peninggalan sejarah yang bernilai seni tinggi. Kekaguman saya tentu saja kepada nenek moyang suku Kerinci pada zaman dahulu yang sudah sangat mahir dalam seni ukiran. Saat ini sangat jarang menemukan bangunan-bangunan bermotif serupa di daerah Kerinci. Banyak diantaranya yang sudah tergantikan dengan model bangunan modern seiring perkembangan zaman. Jika datang berkunjung ke Kerinci, maka sangat direkomendasikan untuk mengunjungi kedua objek wisata sejarah ini.

 


*artikel : azzlam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Keutamaan Menyambung Silaturahim

NEXT ARTICLE

Mengapa Islam Mengharamkan Khamar (...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru