MENGOSONGKAN JIWA DARI SIFAT MUNAFIK

Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du._

Diantara akhlak Salaf adalah mengosongkan jiwa mereka setiap saat untuk  mengeluarkan sifat-sifat orang munafik dan memasukkan sifat-sifat orang mukmin. Karena, keduanya adalah hal yang sangat bertolak belakang dan diantara sifat-sifat orang mukmin adalah apa yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya yang mulia.

_Allah berfirman:_

التّٰٓئِبُونَ الْعٰبِدُونَ الْحٰمِدُونَ السّٰٓئِحُونَ الرّٰكِعُونَ السّٰجِدُونَ الْأَامِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ  ۗ  وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

```"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman."``` [QS. At-Taubah 9: Ayat 112]

Di antara yang lain _Allah berfirman:_

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (٤)وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥) إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (٧) وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (٨) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (٩) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (١٠) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (١١)

```"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang yang khusyu' dalam shalatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. Dan orang yang menunaikan zakat. Dan orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. Serta orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi. (Yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."``` [QS. Al-Mu'minum: 1-11]

Dan masih banyak ayat-ayat yang lain. Dalam sebuah hadits _Nabi bersabda:_

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

_*"Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."*_ [HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45]

_Nabi juga bersabda:

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ.

Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman."* Ditanyakan, *"Wahai Rasulullah, siapa dia?"* Rasulullah menjawab: *"Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."*_ [Shahîh. HR al-Bukhâri dan Ahmad]

Yahya Bin Muadz  rahimahullah telah mengumpulkan sebagian dari sifat-sifat orang mukmin pada beberapa risalahnya. Beliau menyampaikan, *_"(Yaitu) yang banyak rasa malunya dan jarang menyakiti orang, sering berbuat baik, jarang berbuat kerusakan, lisan yang jujur, sedikit bicara, banyak beramal, sedikit kesalahan, meninggalkan yang sia-sia, sering menyambung kekerabatan, sering bersilaturahmi, penuh kesopanan, sering bersyukur, selalu Ridha kepada Allah ketika rezekinya sempit, lemah lembut, akrab dengan saudaranya, menjaga harga diri, mengasihani orang lain, tidak melaknat, tidak mencela, tidak menghina, tidak ghibah, tidak mengadu domba, tidak terlalu sedih, tidak iri, tidak dengki, tidak sombong, tidak ujub, tidak terlalu cinta dunia, tidak panjang angan-angan, tidak banyak tidur dan lengah, tidak riya', tidak nifaq, tidak kikir, murah senyum, dan bermuka cerah, tidak berbuat keji, tidak memata-matai, mencintai karena Allah, Ridha karena Allah, marah karena Allah, berbekal taqwa, cita-citanya yaitu hari kemudian, teman duduknya adalah berdzikir kepadaNya, yang dicintainya adalah Dzat Yang Maha Pelindung, dan ikhtiarnya adalah untuk kepentingan akhirat."_*

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, _*"Seorang mukmin menanam pohon kurma dan takut bila berbuah duri. Sedangkan orang munafik menanam pohon Duri dan meminta buah kurma yang segar, selesai."*_

Ketahuilah hal ini wahai saudaraku. Perhatikanlah dirimu sebelum engkau mati. Tangisilah dirimu bila engkau dapatkan pada dirimu akhlak orang-orang yang munafik. *Perbanyaklah istighfar dan segala puji hanyalah bagi Allah Rabbul alamin.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Baiti Jannati ( Rumahku Surgaku )

NEXT ARTICLE

Hukum Meninggalkan Shalat

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru