Menghindari LGBT : Terapkan Pola Asuh yang Benar Pada Anak


Komponen terkecil dalam kelompok masyarakat adalah keluarga. Keluarga merupakan kelompok pertama yang dijumpai seorang anak ketika baru dilahirkan. Dalam keluargalah nilai-nilai, aturan-aturan, norma-norma, dan kebudayaan disosialisasikan. Interaksi untuk pertama kalinya bagi anak juga terjadi dalam ruang lingkup keluarga.


Keluarga bisa dikatakan sebagai lingkungan sosial pertama bagi seorang anak. Kepribadian seorang anak ditentukan oleh keluarga dan lingkungan luar. Salah satu faktor dalam keluarga yang menentukan kepribadian seseorang yaitu pola asuh keluarga. Dalam Islam, pola pengasuhan keluarga telah diatur di dalamnya.


Maraknya kasus lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di masyarakat akhir-akhir ini membuat orang tua merasa was-was terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Hal ini tentu saja sangat wajar, mengingat setiap orang tua pasti menginginkan kehidupan yang baik bagi anaknya.


Dalam persoalan ini, Islam telah menjelaskan beberapa pola asuh yang dapat diajarkan kepada anaknya agar terhindar dari permasalahan yang saat ini sangat mengkhawatirkan.

Pola Asuh dalam Islam


Psikologi Islam menyatakan bahwa tingkah laku manusia selalu dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Manusia sebagai makhluk sosial dalam perkembangannya nanti pasti akan selalu berhubungan dengan alam, sesameamanusia lainnya, makhluk Allah yang lain seperti tumbuhan, hewan.


Dalam proses pengasuhan diajarkan nilai-nilai yang menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan. Pengasuhan orang tua tidak hanya persoalan bagaimana orang tua memperlakukan anaknya, akan tetapi juga bagaimana orang tua mendidik, membimbing dan melindungi anaknya dari kecil hingga dewasa.


Pola asuh Islami dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang utuh dari sikap dan perlakuan orangtua kepada anaknya sejak kecil, mulai dari mendidik, membina, membiasakan, dan membimbing anak secara optimal berdasarkan Al-Quran dan Hadist.


Sementara pengalaman dan pengetahuan terkait agama dari seorang anak terus berjalan seiring perjalanan hidupnya. Pengalaman yang sesuai dengan ajaran agama menentukan sikap, tindakan, kelakuan dan cara seorang anak dalam menghadapi hidup sesuai ajaran agama.


Hakikat pola asuh anak Islami terkait menyelamatkan fitrah Islamiyah anak, mengembangkan potensi pikir anak, mengembangkan potensi rasa anak, mengembangkan potensi karsa anak, mengembangkan potensi kerja anak, serta mengembangkan potensi kesehatan anak.


Pengasuhan islami hakikatnya usaha nyata dari orang tua dalam mensyukuri karunia dari Allah dalam mengembangkan amanat yaitu anak. Selain itu juga sebagai usaha untuk menyelamatkan fitrah seorang anak mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pola asuh seorang anak biasanya dilakukan oleh seorang ibu. Hal ini sesuai dengan sajak dari seorang penyair Arab.

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.


Pola Asuh yang Mendekatkan Pada LGBT


Pola asuh menentukan kepribadian seorang anak. Pola asuh yang salah juga akan menimbulkan kepribadian yang salah dari seorang anak. Beberapa pola asuh yang justru mendekatkan seorang anak pada LGBT diantaranya ketidakpedulian orang tua, kurangnya sosok ayah atau ibu, interaksi seorang anak laki-laki yang terlalu berlebihan dengan ibu, serta kurangnya pemahaman agama. Pola asuh yang seperti itu justru mengancam seorang anak dari kasus LGBT.


Belum lagi faktor luar yang menyebabkan seorang anak bisa terkena LGBT seperti kecenderungan memainkan handphone yang saat ini sudah sangat lekat dengan anak-anak. Semua akses dapat dicari dengan mudah. Kontrol orang tua terhadap kepemilikan elektronik ini sangat penting agar seorang anak tidak dengan mudah mendapatkan informasi negatif dari luar.

Pola Asuh Islami agar Terhindar LGBT


Mengatasi hal tersebut, Islam memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan yang mengkhawatirkan ini. Pola asuh yang islami menjadi pegangan bagi orang tua dalam mendidik, mengajarkan, dan menanamkan nilai-nilai kepada anaknya.


Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindarkan LGBT dari seorang anak dengan memberikan pemahaman dan meyakinkan anak mengenai fitrah dirinya. Allah telah menciptkan manusia dengan fitrah masing-masing. Laki-laki memiliki fitrah sebagai laki-laki, perempuan memiliki fitrah sebagaimana perempuan.


Selain itu, pengajaran Islami yang dapat diterapkan oleh orang tua kepada anaknya dengan mendidik dan mengondisikan anak-anaknya sesuai fitrah dirinya.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).


Hadist tersebut menjelaskan bahwa orang tua harus melakukan pengasuhan sesuai dengan kodrat anaknya. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh orang tua agar tidak bertentangan dengan hadist tersebut dalam melakukan pola pengasuhan anak yaitu dengan memberikan sesuatu, memperlakukan anak sebagaimana jenis kelaminnya. Anak perempuan harus diberikan permainan untuk perempuan, begitu pun anak laki-laki.


Pola asuh yang salah juga dapat muncul dari orang tua. Orang tua yang menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu namun melahirkan anak yang tidak sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan sehingga memperlakukan anak tidak sesuai dengan jenis kelaminnya. Hal ini sangat tidak diperbolehkan Islam. Anak bisa hidup bertentangan sesuai dengan kodratnya apabila hal tersebut dilakukan.


Selain keluarga, kepribadian sesorang juga dapat ditentukan oleh lingkungan eksternal seperti teman bergaul, bersosialiasi, juga ikut andil dalam menentukan kepribadian anak. Anak yang berada di lingkungan LBGT akan rentan melakukan hal yang sama. Namun, hal tersebut dapat dibentengi dengan pondasi pola asuh yang islami dari keluarga. Pola asuh harus dilakukan sesuai ajaran Islam dan berhati-hati dalam memperlakukan serta mendidik anak-anaknya sehingga tercipta generasi Islami yang terhindar akan LGBT.

 

Artikel : azzlam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Tugas Manusia untuk Melestarikan Al...

NEXT ARTICLE

Status Hukum Islam tentang Anak di ...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru