Mengapa Islam Mengharamkan Khamar (Arak) ?


Islam sebagai agama yang sempurna mengatur semua yang ada di kehidupan manusia. Tidak terkecuali makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh manusia. Islam telah menjelaskan tentang segala sesuatu hal yang halal maupun yang haram. Salah satu minuman yang tidak dianjurkan dikonsumsi bahkan diharamkan bagi manusia terutama muslim yaitu khamar. Khamar dikenal di kalangan masyarakat sebagai arak.


Di beberapa daerah di Indonesia, meminum khamar atau arak ini adalah salah satu bagian dari tradisi dan adat budaya yang terus dilestarikan. Lantas mengapa Islam melarang umatnya untuk meminum khamar?


Khamar atau arak merupakan bahan yang dapat memabukkan karena mengandung alkohol. Rasulullah Saw menjelaskan tentang khamar pertama kali. Beliau menjelaskan masalah arak tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai dalam proses pembuatan arak, akan tetapi dari segi pengaruh yang ditimbulkan.


Khamar atau arak memiliki pengaruh yang memabukkan. Bahan apapun yang yang menimbulkan efek memabukkan termasuk khamar atau arak. Di kalangan masyarakat, khamar atau arak dapat ditemui pada minuman-minuman seperti beer, wine, dan sejenisnya.


Bahaya Khamar dan Hukumnya dalam Islam


Kebanyakan orang-orang gila dan mendapatkan gangguan saraf disebabkan oleh arak. Hal ini didasarkan pada hasil penyelidikan secara teliti pada penderita gangguan saraf di rumah sakit. Selain itu, beberapa pengaruh khamar terlihat pada orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya, mengadukan dirinya diselimuti kegelisahan, orang yang membawa dirinya pada lembah kebangkrutan dan menghabiskan hak miliknya. Penjelasan ini disampaikan oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi.


Berdasarkan berbagai dampak dari mengonsumsi khamar atau arak yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat ditetapkan hukum konsumsi khamar atau arak. Berdasarkan sudut pandang Islam, mengonsumsi khamar termasuk haram. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Quran Surah Al-Maidah ayat 90 sampai 91.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ(90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

(QS. Al-Maidah: 90-91)

 

Konsumsi khamar berasal dari perbuatan syaitan, sedangkan syaitan selalu berbuat tidak baik dan mungkar. Sehingga manusia diperintahkan oleh Allah untuk menjauhi khamar atau arak ini agar terhindar dari perbuatan buruk syaitan. Hal ini dimaksudkan agar manusia dapat hidup dengan penuh kebahagiaan.

Rasulullah Saw menjelaskan tentang khamar dan menegaskan bahwa hal itu haram dalam hadist riwayat muslim.

"Semua yang memabukkan berarti arak, dan setiap arak adalah haram." (Riwayat Muslim)

 

Sikap Mukmin Terhadap Khamar atau Arak


Penjelasan tentang hukum haram mengonsumsi khamar telah dijelaskan sebelumnya. Selain larangan untuk tidak mengonsumsi khamar, terdapat sikap lain yang harus diambil oleh seorang mukmin terhadap arak atau khamar.


Seorang mukmin tidak boleh meminum khamar meskipun hanya sedikit saja. Islam mengajarkan untuk manusia tidak boleh sedikitpun menyentuhnya. Hal ini dikarenakan khamar tidak hanya dipandang kadar minumnya saja, akan tetapi pengaruhnya. Rasulullah menegaskan dalam hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, dan Tarmizi.


"Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)


Jual beli khamar atau arak dalam pandangan Islam juga tidak diperbolehkan. Meskipun jual beli khamar ini dilakukan antara orangIslam dengan orang non Islam, perdagangan khamar atau arak tetap dilarang. Semua hal yang berhubungan dengan perdagangan arak seperti ekspor impor arak, membuka warung arak, bekerja di tempat penjualan arak serta produksi arak tetap diharamkan. Rasulullah menjelaskan hal ini dalam hadist yang berbunyi.


"Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya." (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)


Selain tidak diperbolehkan mengonsumsi arak, mencoba arak, melakukan perdagangan arak, Islam juga mengajarkan untuk tidak memberikan hadiah berupa arak. Meskipun pemberian arak ini dilakukan kepada orang non muslim, namun tetap saja diharamkan. Hal ini juga berlaku pada seseorang yang diberi hadiah berupa arak atau khamar.


Maka dari itu, menghindari khamar dan segala jenis bentuknya adalah lebih baik agar menjauhkan diri dari dosa-dosa yang kadang kala tidak kita sadari secara perlahan mulai melekat dalam diri kita. Menjadi muslim, berarti memahami segala peraturan yang ada di dalamnya, menjauhi segala larangannya serta menegakkan segala kebaikan yang ada padanya.




artikel : azzlam.com 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Menyusuri Masjid Keramat Pulau Teng...

NEXT ARTICLE

Awas Pergaulan Bebas! Dosa Besar Ba...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru