Menata Taman Rumah Sesuai Syariat Islam


Segala sesuatu yang ada dalam kehidupan manusia khususnya seorang muslim telah diatur seluruhnya di dalam Islam. Hal ini dikarenakan Islam adalah agama yang memiliki konsep secara menyeluruh atau syumuliyyah.  Termasuk di dalamnya aturan-aturan tentang membangun sebuah rumah sebagai tempat tinggal. Rumah adalah tempat berlindung, tempat kembali dari segala aktivitas dunia. Maka tak mengherankan jika dalam mendesain sebuah rumah tidak luput dari kehadiran sebuah taman di dalamnya.


Taman selain memiliki fungsi sebagai estetika juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, ia adalah pintu gerbang sebuah rumah. Dengan segala keindahan nya, taman diciptakan semenarik dengan berbagai paduan bunga berwarna warni, pepohonan yang menyejukkan serta elemen-elemn lain yang ada di dalamnya. Setiap muslimpun berlomba-lomba dalam merancang sebuah taman semenarik mungkin.


Akan tetapi, sejauh ini banyak yang tidak memahami bahwa sejatinya ada konsep sebuah taman dalam Islam harus sesuai dengan yang ada di Al-qur’an dan hadis. Sehingga taman yang dibangun sesuai kaidah dan syariat Islam, bukan malah mendatangkan dosa dan kemudaratan bagi pemiliknya. Hal ini tentu sangat disayangkan.


Elemen-elemen yang Dilarang


Sejauh ini, banyak konsep-konsep taman Islam yang dicetuskan namun tidak berdasarkan kajian Al-qur’an dan hadist. Termasuk dalam penggunaan material dalam pembuatan sebuah taman. Beberapa hal yang harus dipahami adalah membuat sebuah bentukan yang menyerupai manusia dan hewan, salah satunya adalah patung. Selain itu, penggunaan emas dan perak sebagai material juga dilarang dalam Islam.

Allah adalah satu-satunya Dzat yang layak disembah. Maka dalam kesehariannya, menyekutukan Allah adalah sebuah dosa besar dalam Islam. Tidak boleh ada satupun makhluk yang serupa dengannya. Termasuk di dalamnya untuk meniadakan segala bentukan seperti patung yang berpotensi menjadi sembahan baru bagi manusia. Mengenai hal ini Allah menjelaskannya dalam beberapa surat dalam Quran..

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang” (Qs Al-A’raf: 191)

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ

“Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.” (Qs Al-Anbiya: 58)


Penggunaan patung sebagai penghias taman yang menyerupai ciptaan Allah Swt adalah haram.  Hadist Riwayat Muslim No. 118 dalam Al-khin menjelaskan “Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung” dan “Barangsiapa yang membbuat gambar (patung) maka pada hari kiamat nanti Allah akan memaksanya agar meniupkan ruh padanya, padahal selamanya dia tidak akan dapat meniupkan ruh itu padanya.” (HR Bukhari No 120)


Islam mengharamkan sesuatu kecuali ada bahaya yang mengancam agama, akhlak dan harta manusia. Termasuk seperti membuat sebuah patung dilarang karena dapat merusak aqidah seseorang.


Islam menyeru untuk seluruh umat manusia agar beribadah kepada Allah saja, dan menghindarkannya dari penyembahan kepada selain Allah seperti para wali dan orang sholeh yang dilukiskan dalam patung dan arca-arca. Ajakan seperti ini sudah lama terjadi sejak Allah mengutus Rasul-rasulnya untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Maka dari itu menyekutukan Allah dengan makhluk lain adalah dosa yang sangat besar.

 

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

 

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (Qs An-Nahl: 36)


Hukum Emas dan Perak


Selain itu, penggunaan material emas dan perak dalam sebuah taman juga diharamkan dalam Islam. Berdasarkan hadis riwayat Muttafaq’alaih bahwa “Hudzaifah ra berkata, “Sungguh nabi Saw. Telah melarang kami menggunakan sutra, wool, dan minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak. Beliau bersabda, “Barang-barang itu untuk orang-orang kafir di dunia, dan untuk kalian di akhirat.” Beberapa hadis lain dengan makna yang hampir sama juga tertulis dalam kitab Riyadhusshalihin.


Penggunaan material emas dan perak ini dinilai sangat mubazir karena tidak sesuai dengan tempat selazimnya karena berlebihan (israf). Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik karena merupakan kebiasaan orang-orang angkuh dan sombong. Alternatifnya kita bisa menggunakan material yang terbuat dari logam. Hal inipun sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.


Berlebih-lebihan dalam Islam memang tidak diizinkan dalam Islam. Hal ini tentu saja mencakup semua konteks kehidupan termasuk masalah ibadah sekalipun. Larangan tentang berlebih-lebihan ini juga banyak disebutkan dalam Quran salah satunya dalam Surat Al-Isra’ ayat 27 yang berbunyi:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (Qs Al-Isra’: 27)


Pada hakikatnya, tidak ada larangan dalam menghias sebuah taman apalagi taman rumah seindah mungkin karena Allah Swt pun memiliki sifat mahaindah (Al-Jamil) serta sangat menyukai keindahan. Yang dilarang adalah segala sesuatu yang mengarah kepada menyekutukan Allah Swt. Maka sebagai seorang muslim sudah selayaknya hal ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua.




artikel : azzlam.com

 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Etika Berinteraksi dalam Pergaulan

NEXT ARTICLE

Bullying? Bagaimana Pandangan Islam...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru