Menapak Masjid Agung Roma




     Selama ini, Roma dikenal dengan bangunan-bangunan berarsitektur klasik maupun peninggalan sejarah nya yang begitu melekat. Katakanlah, Colosseo, Panthenon, Fontana De Trevi, adalah segelintir tempat utama tujuan para turis mancanegara. Akan tetapi, sedikit saja yang menyadari bahwa Roma yang identik dengan pusat ibadah umat Katolik karena keberadaan Vatikan sebuah negara dalam kota, ternyata malah memiliki masjid terbesar di Eropa.

      Masjid Agung Roma atau yang biasa disebut Grande Moschea berdiri di atas lahan seluas 30 ribu meter persegi dan mampu menampung jamaah sekitar 40 ribu orang.






  

   Bagi yang akan berencana menuju Roma atau Italia, rasanya tak salah jika menyempatkan sedikit waktu untuk singgah di Masjid Agung Roma. Masjid yang menjadi simbol umat muslim di Roma ini memiliki arsitektur yang begitu indah.






Keberadaan masjid ini tidak terlepas dari banyaknya warga muslim yang tercatat sebagai pemeluk agama terbesar kedua di Italia yang pada tahun 2005 berjumlah 960 ribu hingga 1,030 juta orang. Masjid ini memiliki enam belas kubah yang di tengahnya dihiasi bulan sabit. Menaranya setinggi 40 meter yang berbentuk seperti pohon palem akan terlihat indah jika dilihat dari kawasan lembah Tiber.


Masjid Agung Roma, di arsiteki oleh Paolo Portoghesi yang memenangkan sayembara internasional pembangunan mesjid pada tahun 1975. Ia merupakan dosen sejarah dan arsitek di Universitas Roma. Desain interior bangunan masjid dan kubahnya merupakan ciri khas mesjid ini. Lanskap mesjid ini tidak terlepas dari permainan air yang merupakan ciri khas dari bangunan dan taman bergaya Islam. Di pintu masuk terdapat sebuah air mancur di tengah halamannya yang dikelilingi oleh tembok.


Berdirinya masjid yang berdekatan dengan Kota Vatikan dan Sinagog Yahudi, tidak lepas dari peran serta Raja Faisal bin Abdul Azis pemimpin Saudi Arabia. Menurutnya, muslim di Kota Roma telah berjumlah hampir 40 ribu muslim di tahun 1970-an sehingga sudah sepatutnya memiliki sebuah masjid.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga bisa digunakan untuk menjalin hubungan akrab serta dialog antara umat Islam dan Katolik di Roma. Usulan ini diterima baik oleh presiden Italia waktu itu yaitu Presiden Giovanni Leoni. Hingga pada 11 Desember 1984 sebuah mesjid kebanggaan muslim Italia pun berdiri dengan peletakan batu pertama oleh Alessandri Pertini.


Masjid inipun baru diresmikan pada tanggal 21 Juni 1995. Perlu waktu 20 tahun untuk merampungkan pembangunan masjid ini yang menjadi simbol toleransi dari umat beragama.


Berdirinya Masjid Agung Roma ini juga merupakan perpaduan dari berbagai kebudayaan simbolisasi persatuan Islam. Banyak negara seperti, Aljazair, Maroko, Senegal, Turki, Uni Emirat Atab, Pakistan, Mesir bahkan Indonesia yang ikut serta dalam pembangunan masjid.


Jadi tidak ada salahnya jika berkunjung ke Roma sekalian singgah ke Masjid Agung Roma. Jadi tunggu apa lagi? Segera kemas kopermu. Gratzie mille.

 

*di sadur dari buku SKALA The road to rome

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Bakhil dan Kikir Penyebab Kesulita...

NEXT ARTICLE

Fitrah Seksualitas : Pentingnya Ke...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru