Masjid Agung Pondok Tinggi Kebanggaan Warga Sungai Penuh


Masjid Agung Pondok Tinggi secara administratif terletak di kompleks pemukiman penduduk di Desa Pondok Tinggi, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Sungai Penuh. Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan salah satu cikal bakal dan identitas Kota Sungai Penuh yang mempunyai sejarah sangat kuat dengan penyebaran Islam serta kehidupan masyarakat Sungai Penuh.


Hal ini bisa terlihat dengan diabadikannya Masjid Agung Pondok Tinggi oleh pemerintah Kota Sungai Penuh kedalam lambang Kota Sungai Penuh. Masuknya Masjid Agung Pondok Tinggi ini ke dalam lambang Kota Sungai Penuh menunjukkan penghargaan yang tinggi dari masyarakat dan pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap warisan budaya.



Akses menuju lokasi masjid Agung Pondok Tinggi ini pun cukup mudah karena dari jalan raya utama hanya berjarak sekitar 8 meter. Dihalaman masjid terdapat makam dan dua budah bedug yang telah dipindahkan dari dalam masjid. 


Keunikan masjid Agung Pondok Tinggi adalah dibangun tanpa menggunakan paku besi tetapi dengan cara memadukan antara kayu yang satu dengan yang lainnya dan memakai pasak kayu hingga dapat berdiri dengan megah. Selain itu juga terdapat motif-motif ukiran pada dinding masjid yang rata-rata berbentuk seperti tumbuhan.




Masjid ini sudah mempunyai papan interpretasi yang cukup baik yang menjelaskan tentang sejarah pembangunan masjid dan renovasi masjid. Dari segi  arsitektur, masjid ini terlihat seperti kebanyakan khas masjid di Indonesia dengan atap berbentuk limas tumpang tiga yang dihiasi dengan lambang bulan sabit dan bintang.

Tiga tingkat atap ini mempunyai filosofi tersendiri bagai masyarakat sekitar bapucuk satu (berpucuk satu), berempe jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga). Menurut pak Mustofa, salah seorang warga yang saya temui sedang berada di lokasi masjid berkata bahwa makna dari ketiga filosofi hidup ini adalah, berpucuk satu melambangkan bahwa masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan beriman kepada Tuhan Yang Esa (satu); berjurai empat adalah lambang dari empat jurai yang terdapat di Pondok Tinggi tempat masjid tersebut di bangun; dan batingkat tiga berarti sebuah simbol dari keteguhan masyarakat dalam menjaga tiga pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun yaitu pusaka teganai, pusaka ninik mamak dan pusaka depati.


Saat ini, masjid Agung Pondok Tinggi sudah tercatat sebagai salah satu benda cagar budaya Kota Sungai Penuh yang dilindungi oleh pemerintah sesuai Undang-undang Nomor 11 tahun 2010.

 


Artikel : www.azzlam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Bagaimana Solusi Keluar dari Riba ...

NEXT ARTICLE

Mengenal Riya, Penyakit Hati yang B...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru