Ketika Pornografi Mempengaruhi Akhlak Anak

Menurut KBBI, Pornografi adalah 1 penggambaran tingkah laku secara erotis dengan gambar lukisan, video, atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; 2 bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.


Konsekuensi dari pesatnya perkembangan media digital dan kemudahan akses internet bagi semua kalangan menimbulkan pengaruh negatif, salah satunya yang paling masif merusak otak saat ini adalah pornografi.


Sebuah survei terbaru menyebutkan, anak usia 12 tahun hingga 13 tahun rentan kecanduan pornografi melalui internet. Kecanduan melihat situs pornografi dapat memberi dampak buruk bagi anak ke depannya. Mengetahui tentang seks melalui pornografi dapat merusak pikiran anak dan memberi ide yang tidak sehat tentang seks. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka mengharapkan kehidupan seks mereka menjadi serupa dengan pornografi yang mereka tonton.


Menurut Elly Risman, psikolog keluarga Indonesia, saat ini ancaman besar bagi anak-anak Indonesia adalah terjangkitnya virus ketagihan pornografi. Terlebih, saat para anak mendapatkan fasilitas lebih dari orang tua mereka, seperti TV berbayar, gadget, wifi dan sebagainya. Kemudian ditambah lagi dengan kurangnya pengawasan orang tua yang sebagian besar tidak memiliki waktu bersama anak disebabkan jadwal kerja yang sangat padat setiap harinya.


Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan hal ini kepada ummatnya:

 

 “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 6925)


Selain itu, dampak buruk pornografi pada anak setelah ia menuju dewasa dapat mendorong anak tersebut untuk bertindak seksual terhadap anak-anak lainnya. Anak-anak sangat mudah dan cepat meniru apa yang mereka lihat, baca, atau dengar.


Psikolog Anjali Chabria mengatakan, pornografi dapat mengganggu perkembangan anak dan indentitasnya. Selama periode kritis tertentu masa kanak-kanak, otak anak sedang diprogram untuk orientasi seksual dengan pornografi. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah min dzalik.

Pornografi Bisa Sebabkan Kecanduan

Seberapa bahayakah pornografi itu? Seorang pakar adiksi pornografi dari Amerika Serikat, Dr. Mark B. Kastlemaan mengatakan, “Pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi.” Laman Fight The New Drug juga membuat infografis yang menggambarkan dengan gamblang bagaimana pornografi dapat menyebabkan adiksi. Menurut temuan situs tersebut, proses adiksi dari pornografi sama dengan proses adiksi yang terjadi saat mengonsumsi narkoba.


Dengan kata lain, sama saja dengan membiarkan otak terpapar oleh zat kimia seperti dopamin, serotinin, oksitosin, atau epineprin secara berlebihan. Dari yang awalnya hanya “menginginkan”, menjadi membutuhkan sumber kesenangan tersebut (pornografi ataupun narkoba). Jahatnya bisnis pornografi menjadikan anak sebagai sasaran tembak empuk, karena mereka ingin anak itu rusak dan menjadi pelanggan pornografi seumur hidup. Saat anak sudah mengalami adiksi, apa saja yang akan terjadi?


·         Kecanduan pornografi menurunkan ketertarikan pada hubungan nyata dan meningkatkan hasrat lebih besar pada pornografi.

·         Pornografi menaikkan tingkat perselingkuhan lebih dari 300 persen atau naik tiga kali lipat.

·         Lebih dari 50 persen orang yang terlibat dalam cybersex kehilangan hasrat seksual dengan orang yang dia cintai.

·         Orang yang kecanduan pornografi biasanya memiliki persepsi, sikap dan agresi yang negatif pada lawan jenisnya.

·         Orang yang kecanduan pornografi di internet dua kali lebih sering mengalami depresi yang parah dibanding orang yang tidak kecanduan.

·         Sering menonton film porno menyebabkan perasaan kesepian serta depresi berat.

·         Sebanyak 58 persen orang yang kecanduan pornografi kehilangan uang dalam jumlah besar.

·         Sekitar 13 persen orang yang kecanduan pornografi kehilangan pekerjaan mereka.


Jadi, kecanduan pornografi bukanlah soal sepele. Hal ini akan berdampak di segala aspek kehidupan, dan tentusaja hal ini sangat merugikan. Hal penting bagi orangtua adalah bersikap terbuka tentang topik pornografi dan seks, mereka harus mampu menjelaskan, mendiskusikan, dan memberikan pemahaman dengan edukasi yang sesuai dengan anak-anak mereka. Menjelaskan bahwa ada beberapa hal tentang seks yang tidak boleh mereka tahu sebelum dewasa dan mewaspadai hal-hal yang dapat menjerumuskan diri dalam dosa zina.


Jangan hanya berharap kepada sekolah yang mengajari nilai-nilai akhlak dan agama pada anak, namun orangtua harus berperan aktif membangun moral agama pada diri anaknya sendiri. Solusi paling utama untuk mengatasi ancaman pornografi pada anak adalah kembalikan peran Ibu dan Ayah pada tempatnya. Karena para orangtua harus lebih dulu hadir dalam kehidupan anak-anaknya menanamkan nilai-nilai syariah Islam yang mulia. Wallahu’alam bisshowwab.

 

*dari berbagai sumber


SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur

NEXT ARTICLE

Bagaimana Pandangan Islam terhadap ...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru