Jahe, Minuman Penduduk Surga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan


Tinjauan dari Al-Quran dan As-Sunnah


Al-Qur’an menyebut jahe dengan “zanjabil” dan dikisahkan kelak para penghuni surga akan diberikan minuman yang campurannya adalah jahe dari mata air “salsabil”.

 

Firman Allah :

“Di dalam syurga itu mereka diberi segelas minum (minuman) yang campurannya adalah Zanjabil( jahe) yang didatangkan dari sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil”  

(Al-Quran: Al-Insan/ QS.76:17-18)


Dari tafsir ayat diatas terlihat bahwa salah satu gambaran tentang surga yang diberikan Al-Quran adalah segelas minuman yang akan diberikan kepada penghuninya, yaitu minuman bercampur Zanzabil atau Jahe. Dua hal yang menarik dari penggambaran ini adalah ukuran dan jenis minuman. 

Ayat Quran diatas seharusnya mengusik hati. Mengapa jahe dijadikan campuran minuman di surga? mengapa bukan yang lain? Apakah jahe merupakan tanaman favorit di Arab ketika Al Quran diturunkan? Atau zanjabil hanyalah peminjaman kata arab untuk menggambarkan sesuatu yang mirip jahe di surga?


Abu Nu’aim meriwayatkan dari hadits Abu Said Al Khudri RA bahwa ia menceritakan, “Raja Romawi preña menghadiahkan kepada Rasulullah SAW satu karung jahe. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan, dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan”. Hal ini dilakukan Nabi karena beliau mengetahui khasiat jahe dan ingin semua sahabatnya merasakan manfaat dari tanaman ini.

 

Tentang Zanjabil, Zingiber, Ginger, Jahe

Begitu banyak manfaat jahe yang telah diketahui, dan masih besar kemungkinan manfaat jahe yang belum diketahui ditemukan. Para ilmuwan muslim seharusnya juga melakukan penelitian mengenai jahe, karena jahe juga disebut dalam Al Quran surat Al-Insaan ayat 17 sebagai minuman para penghuni surge.

Pertanyaan pertanyaan diatas seharusnyalah mendorong para ilmuwan muslim untuk lebih meneliti Jahe atau Zanzabil ini, Obyeknya banyak dan mudah dijumpai, landasan dan dalilnya juga sangat jelas. Mereka harus mengkaji keutamaan dan keistimewaan jahe sehingga dijadikan minuman surgawi.
Jahe memang telah menjadi bahan penelitian yang cukup intensif. Ratusan hasil penelitian tentang jahe telah dipublikasikan.

 

Deskripsi Tanaman

Jahe adalah rimpang dari tanaman yang bernama ilmiah Zingiber officinale, berasal dari bahasa Yunani zingiberi dan bahasa Sansekerta singaberi.  Tanaman ini meminjamkan namanya menjadi nama genus dan famili nya (Zingiberaceae). Anggota terkenal lainnya dari famili ini adalah kunyit, kapulaga, dan lengkuas

 

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Order    : Zingiberales
Family   : Zingiberaceae
Genus   : Zingiber
Species : Z. officinale

 

Begitu akrabnya kita dengan tanaman ini, hingga tiap daerah di Indonesia mempunyai sebutan sendiri-sendiri bagi jahe. Di Aceh jahe disebut “halia”, di Batak Karo dikenal dengan “bahing”. Masyarakat Sumatera Barat menamainya “sipadeh” atau “sipodeh” dan di Lampung disebut “jahi”. Di Jawa, Sunda dan Madura sebutannya adalah “jae”, “jahe”, dan “jhai”. Sementara orang Bugis dan Irian menyebutnya “pese” dan “lali”.


Sampai saat ini para ahli  masih belum tahu secara persis darimana tanaman jahe berasal, meski khasiat jahe telah dikenal sejak ribuan tahun silam. Para ahli masih berbeda pendapat tentang asal-usul tanaman ini. Sebagian memperkirakan bahwa jahe berasal dari India dan telah dikenal sejak 2000 SM, kemudian diperdagangkan ke Tiongkok, Jepang, Asia Tenggara hingga Timur Tengah. Sebagian lainnya mengatakan jahe berasal dari Tiongkok.

Holtikultur

Jahe tergolong tanaman tahunan, berbatang semu, berdiri tegak dengan tinggi antara 30-70 cm. Batang berwarna hijau sedangkan pangkal batang berwarna putih hingga kemerahan. Bentuk batang silindris dan halus. Ia tumbuh mendatar dekat permukaan tanah dan bercabang. Bagian terpenting tanaman jahe adalah akar tongkatnya yang disebut rimpang.

Jika dipotong, tampak warna daging rimpang yang bervariasi, mulai dari putih kekuningan, kuning, atau jingga. Rasa jahe secara umum adalah pedas karena mengandung senyawa gingerol. Aromanya yang merangsang dan harum ditimbulkan oleh kandungan minyak asiri yang berwarna kuning dan kental.

Daun jahe berselang seling teratur, dengan panjang 15-23 cm dan lebar 0,8-2,5 cm. Tangkai daun berbulu dan panjangnya 2-4 mm. Lidah daun tidak berbulu dan panjangnya 0,75-1 cm. Warna permukaan atas daun lebih tua daripada permukaan bawah. Bunga tumbuh dari rimpangnya, terpisah dari daun atau batang semunya. Bunga tersebut berupa malai yang tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau bulat telur. Gagang bunga hampir tidak berbulu dengan panjang sekitar 25 cm, sedangkan rakisnya sedikit berbulu. Sisik pada tangkai bunga berjumlah 5-7, berbentuk lanset dan letaknya berdekatan.

Daun pelindung bunga berwarna cerah, berbentuk bulat telur atau sunsang dan tidak berbulu. Dalam daun pelindung terdapat 1-8 bunga. Mahkota bunga kuning kehijauan berbentuk tabung, helainya sempit, bibirnya ungu gelap dan berbintik-bintik putih kekuningan. Kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm, sedangkan tangkai putiknya ada dua.

Jahe dibedakan jenisnya berdasarkan aroma, warna, bentuk dan ukuran rimpang. Terdapat tiga jenis jahe yaitu:

1. Jahe Putih Besar; Rimpangnya kuning, seratnya sedikit dan lembut. Aromanya kurang tajam dan rasanya kurang pedas.
2. Jahe Putih Kecil; Rimpangnya agak pipih berwarna putih, berserat lembut dan beraroma tidak tajam.
3. Jahe Merah; mempunyai rimpang yang paling kecil dibandingkan dua jahe lainnya, berwarna merah hingga jingga muda. Seratnya kasar, aromanya tajam dan rasanya sangat pedas

 

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu rempah berbentuk rimpan yang mudah ditemui dengan berbagai varietas seperti:

Jahe Gajah: Dinamakan seperti demikian karena bentuk rimpang yang besar namun rasa yang dihasilkan tidak terlalu pedas layaknya jahe jenis lain. Daging jahe berwarna kuning hingga putih. Jahe gajah atau jahe badan merupakan varian jahe yang banyak diminati oleh masyarakat dunia.

Jahe Kuning: Merupakan jenis jahe yang lebih sering dijadikan bumbu masakan untuk masyarakat lokal. Hasil masakan yang diberi bumbu jahe akan memberikan aroma dan rasa yang cukup tajam. Ukuran rimpang lebih kecil dibanding jahe gajah dan memiliki warna kuning.

Jahe Merah: Jahe jenis ini menyimpan kandungan minyak atsiri paling banyak dibanding jenis lain, karena rasanya yang pedas dari jahe merah banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jamu dan obat. Rimpang berukuran paling kecil dengan balutan kulit berwarna merah serta menyimpan serat yang lebih banyak dibanding jahe biasa.

 

Kandungan Jahe

Semua jenis jahe mengandung minyak asiri. Rimpang jahe mengandung senyawa kimia berupa Ginger oil, minyak terbang, limonele, alfa-linolenat dan tepung kanji. Khasiat jahe di antaranya sebagai anti-inflamasi, anti-tromotik, anti-karsinogen dan anti-tumor. Selain itu, jahe juga dapat menyembuhkan batuk kering menahun, gatal-gatal, luka lecet, luka bakar, luka tikam, gigitan ular serta meningkatkan daya tahan tubuh.


Gingerol mampu mengatasi efek keracunan pada hati dengan jalan meningkatkan asam empedu. Minyak jahe dapat mencegah kanker kulit pada tikus. Kajian di Universitas Michigan memperlihatkan bahwa gingerol dapat membunuh sel-sel kanker ovarium. 


Hasil Reset dan Penelitian para Ahli

Dan Pusat riset ruang angkasa NASA pernah meneliti khasiat jahe untuk mengatasi mabuk para awaknya. Dunia medis modern memberi dukungan terhadap penggunaan ramuan tradisional jahe. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak jahe, baik jahe segar maupun jahe kering, berkhasiat mengatasi infeksi bakteri, infeksi jamur, kejang, nyeri, luka dan gangguan lambung, tumor, kram dan reaksi alergi. Uji laboratorium juga memperlihatkan bahwa jahe menghambat oksidasi sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker dan menghambat pertumbuhan kuman.


Pada akhirnya para ahli pengobatan tradisional ikut melakukan serangkaian riset terhadap rimpang ini sebagai tumbuhan obat karena mendengar banyaknya khasiat dibalik rasa pedas jahe bagi kesehatan. Dan terbukti akan manfaat jahe untuk menangani banyak penyakit.

Jahe dikonsumsi sebagai makanan lezat, obat-obatan, atau rempah-rempah. Secara tradisional manfaat jahe telah dikenal luas.


Di India jahe segar dimanfaatkan untuk mengobati rasa mual, asma, batuk dan rasa nyeri yang hebat. Jahe juga dipakai untuk mengatasi jantung berdebar-debar, gangguan pencernaan, nafsu makan menurun dan rematik.
Seperti di India, jahe juga telah lama digunakan di negeri Tirai Bambu.  Di Tiongkok ini jahe dibedakan menjadi jahe segar dan jahe kering. Jahe kering dipakai sebagai bahan baku obat oleh seorang tabib yang hidup pada zaman kaisar Shen Nong (2000M). Dua buku medis yang membahas khasiat jahe segar pada tahun 500 M juga ditemukan di Tiongkok. Jahe kering digunakan untuk menyembuhkan nyeri lambung, nyeri perut, diare, batuk dan rematik. Sedangkan jahe segar untuk mengatasi masuk angin, keracunan dan rasa mual.

 

Manfaat dan Penggunaan Jahe

Manfaat jahe yang merupakan rempah pilihan para ibu untuk dijadikan bumbu masak bagi kesehatan tubuh manusia karena kandungan senyawa berupa minyak atsiri yang salah satu khasiatnya adalah memberi kehangatan pada tubuh saat cuaca dingin di malam hari.

 

Minuman yang terbuat dari jahe segar, selain menghangatkan tubuh dapat menurunkan sekresi asam lambung selama beberapa jam. Akar jahe kering juga akan memperkuat lambung, usus halus dan mencegah muntah. Ekstrak aseton dan metanol yang berasal dari jahe mempunyai efek yang kuat untuk menghambat terjadinya luka pada lambung.

 

Untuk obat batuk, sari jahe dicampur jus bawang putih segar dan madu, sedangkan untuk meredakan mual, jahe segar ditambah sedikit madu dan sejumput bulu burung merka bakar. Bubuk jahe segar juga bisa dicampur air, kemudian diaduk hingga berbentuk pasta dan dioleskan di pelipis untuk meredakan sakit kepala.

Jahe juga bermanfaat memperlancar sirkulasi darah. jahe punya khasiat anti pembekuan darah yang lebih hebat daripada bawang putih atau bawang merah. Jahe mampu menurunkan kadar kolesterol karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Jahe juga dapat menurunkan tekanan darah dengan jalan mengurangi laju aliran darah perifer.

1. Menurunkan berat badan

Di dalam tubuh, jahe berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah menjadi panas tubuh. Di lain sisi JAHE ini hanya menyumbang sedikit kalori sehingga tidak mempunyai andil besar untuk menaikkan berat badan.

 

2. Menjaga kondisi jantung

Jika tubuh menyimpan banyak kolesterol dan minyak yang merupakan susunan dari lemak nabati dan hewani dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Hubungannya dengan manfaat jahe karena di dalam tubuh memegang sebuah peran sebagai penurun kadar trigliserida dan kolesterol yang berlebih dalam tubuh.

 

3. Mengatasi mabuk perjalanan

Dengan minum wedang jahe sebelum bepergian jauh dengan menaiki kendaraan roda empat dapat mencegah mabuk perjalanan karena sifat-nya sebagai anti-mual.

 

4. Mengatasi gangguan pencernaan

Gangguan kesehatan yang menyerang sistem pencernaan seperti kram dan rasa sakit yang timbul menjelang haid dapat ditepis dengan minum air jahe secara rutin.

 

5. Mengatasi morning sickness

Ibu hamil terkadang mengalami mual pagi atau istilah populernya morning sickness karena pencernaan sedikit terganggu. Untuk mengurangi rasa mual tersebut Anda bisa minum kopi atau wedang jahe yang hangat setiap kali merasakan mual ketika bangun tidur.

 

6. Mencegah kanker usus

Salah satu universitas yang terdapat di Amerika Serikat mengabarkan bahwa rutin konsumsi makanan atau minuman yang berbahan dasar jahe dapat mencegah penyakit kanker koloretal (usus besar).

 

7. Mengobati sakit kepala

Seharian bekerja dapat memicu stres berlebih yang berisiko terserang penyakit lain. Maka dari itu sepulang bekerja coba santai di taman sambil menikmati hangatnya wedang jahe dan roti bakar, otak jadi lebih fresh dan tubuh terasa nyaman.

 

8. Mengobati alergi

Manfaat jahe sebagai anti-alergi, sebab di dalamnya terdapat kandungan senyawa yang efektif dalam mengurangi rasa gatal akibat alergi sekaligus mengobatinya.

 

9. Menghilangkan mual dan mengobati masuk angin

Masalah pada pencernaan terkadang membuat perut jadi mual ingin muntah, kondisi demikian juga kerap terjadi pada seseorang yang mengalami demam (masuk angin). Sebagai pertolongan pertama jangan langsung gunakan obat warung, cobalah minum air seduhan rimpang jahe agar lambung menjadi nyaman dan perut terhindar dari masalah seperti kram.

 

10. Mengobati penyakit rematik

Caranya dengan membakar dua rimpang jahe di atas api panas atau bara. Setelah itu tumbuk sampai halus, terakhir Anda aplikasikan pada bagian tubuh yang terkena rematik. Itulah manfaat jahe untuk mengobati rematik.

 

11. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tubuh akan kebal dari serangan penyakit, caranya dengan meningkatkan sistem dalam tubuh yang sering disebut imun atau imunitas. Jika antiobodi (imun) dalam tubuh kuat, maka bakteri yang mungkin menyerang dapat ditangkal. Untuk menambah sistem ketahanan tubuh Anda bisa mengambil minum wedang jahe secara teratur, manfaat jahe yang satu ini terbantu dengan sifat sebagai antioksidan.

 

 Khasiat JAHE untuk kesehatan dan kecantikan kulit

Mencegah Penuaan Dini

Menormalkan Kulit Berminyak

Menghilangkan Sel Kulit Mati

Menghaluskan Kulit

 

Manfaat lain dari JAHE

1.   Obat radang sendi.

2.    Pengontrol gula darah yang baik untuk penderita diabetes.

3.    Menghilangkan gatal pada tenggorokan.

4.    Melancarkan sistem peredaran darah

5.    Membasmi bakteri atau zat berbahaya yang menginap dalam tubuh, khususnya bagian perut, usus dan lambung.

6.    Menangkal radikal bebas karena mengandung antioksidan kuat.

7.    Obat kompres untuk menurunkan suhu tubuh.

8.    Mengobati migrain (sakit kepala sebelah).

9.    Menghilangkan batuk berdahak dan kering.

10. Mengatasi masalah perut kembung akibat usus terkena iritasi.

11. Mengobati sakit gigi dengan cara berkumur.

12. Meringankan rasa nyeri ketika datang bulan.

13. Meredakan rasa nyeri pada otot akibat mengangkat beban berlebihan.

14. Mengatasi jerawat dengan mengaliri atau mengoleskan pada wajah.

15. Mencegah peradangan sehingga bermanfaat bagi penderita arthritis dan osteorarthritis.

16. Mengobati luka terkena bisa ular.

 

Kemampuan jahe untuk melakukan berbagai tindakan medis secara alami tadi tentu tidak lepas dari peran zat kimia yang terkandung di dalamnya. Semakin banyak kandungan gizi dalam tanaman rimpang ini, tentu semakin banyak pula manfaat jahe untuk manusia.

   

Sumber : http://herbalonlinestrada.blogspot.co.id

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

‘Arsy, Makhluk yang Pertama Kali...

NEXT ARTICLE

Biasakanlah Baca Al Qur'an

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru