Hukum Mengidolakan K-pop Dalam Islam

Sudah bukan hal yang aneh lagi sekarang ini jika sebagian generasi milenial Indonesia mengidolakan K-Pop.  Virus Kpop merupakan satu di antara banyak virus yang menyerang Indonesia. Bahkan bukan hanya kaum remaja, orang-orang dewasa juga banyak yang kecanduan Kpop. Mereka berlatarbelakang agama yang beragam, termasuk diantaranya muslim atau muslimah.

Beberapa tanda muslim atau muslimah yang mengidolakan Kpop ialah:

1.      Menyukai drama Korea dan atau lagu-lagu Korea

2.      Rela meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk menonton drama atau mendengarkan lagu korea

3.      Membeli majalah-majalah tertentu untuk mengetahui kehidupan artis Korea favoritnya

4.      Mengoleksi foto-foto artis Korea

5.      Berusaha keras untuk menonton konser offline artis Korea

6.      Mempelajari bahasa Korea tanpa tujuan yang jelas

7.      Menggunakan bahasa Korea tertentu dalam kehidupan nyata

8.      Meniru gaya hidup idola Koreanya

Pada tahap akut, kamu seakan terhipnotis dan terikat dengan sosok artis Korea yang diidolakan tersebut. Sehingga menganggapnya paling penting daripada yang lain.

Kamu akan terdorong untuk mengikutinya terus-menerus, mulai dari gaya hidup, drama, lagu dan lain-lain. Maka jangan heran jika frekuensi ibadah, belajar bahkan bersosialisasi kamu jadi menurun drastis karena disibukkan oleh Kpop.

Sebelum lebih dalam kamu mengidolakan Kpop, sebaiknya ketahui terlebih dahulu hukum menyukai Kpop dalam Islam.

Mengapa demikian? Ingatlah bahwa setiap hal yang dikerjakan selama di dunia ini harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak! Jadi, sebelum kamu terjerumus ke jalan yang salah, pelajari dulu ilmunya.

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.” ( QS. An-Nahl : 106)

Sebagian orang berpendapat bahwa baik buruknya suatu idola dilihat dari agamanya. Jika ia kafir, maka kafir pula yang mengidolakannya. Hal ini semakin diperkuat dengan firman Allah swt. berikut ini.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad).

Karena rasa kasih sayang, padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.


Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang.

Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al Mumtahanah : 1)

Allah Ta’ala berfirman,

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (QS. Al Mujadilah: 22).

Berdasarkan firman Allah swt. di atas bahwa seseorang akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintai dan dijadikannya idola.

Hukum mengidolakan non-muslim lebih jauh seharusnya sangat perlu untuk kamu ketahui. Dalam hadits riwayat Ath Thobroni, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة

Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”

Semoga ulasan di atas dapat menjadi renungan bagi kamu yang masih menjadikan artis-artis non muslim sebagai idola.

Sebagai umat-Nya yang beriman, seharusnya yang dijadikan idola ialah Rasulullah saw, para sahabat dan orang-orang yang shalih/ shalihah, maka insya Allah kamu akan bahagia ketika berkumpul bersama mereka.

 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Perayaan Tahun Baru Masehi Bagi Uma...

NEXT ARTICLE

Adab Penuntut Ilmu

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru