Bagaimana Pandangan Islam terhadap Pacaran?


Dewasa ini, banyak orang mulai dari anak-anak hingga dewasa sangat membanggakan diri jika telah memiliki seorang kekasih hati atau yang disebut dengan “pacar”.


Siapa yang tidak kenal dengan istilah hits beberapa dekade belakangan ini? Ya, pacaran. Sebuah kegiatan yang katanya dilakukan atas dasar saling cinta antara perempuan dan laki-laki namun tanpa ikatan sah alias bukan mahram.


Berdasarkan prinsip dasar tersebut, biasanya sepasang kekasih muda-mudi menjajaki karakter masing-masing dengan niat beragam, ada yang hanya untuk kesenangan belaka ada pula yang katanya serius berniat untuk memilih calon pasangan hidup untuk dinikahi.


Fenomena pacaran ini nampaknya memang sudah sangat meluas dan tak terbendung lagi, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak usia dini mulai terjangkit virus ini yang sebenarnya sangat merusak akhlak tanpa disadari.


Islam sebagai jalan hidup terbaik mengatur pola perilaku manusia yang semestinya, bagaimana hubungan manusia dengan Tuhannya, Allah Subhanahu wata’ala serta bagaimana hubungan manusia dengan manusia lainnya. Semata-mata agar kita sebagai umat muslim selamat dan sukses menjalani kehidupan dunia dan akhirat kita kelak.

 Namun sayangnya, masih banyak kita temukan orang-orang terdekat di sekeliling kita, teman-teman maupun saudara saudari muslim kita yang belum sadar akan bahaya pacaran, hukum berpacaran, atau bahkan sulit untuk menaati hukum Allah yang satu ini. Padahal dalam Al-Qur’an, beberapa firman Allah Subhanahu wata’ala telah jelas disampaikan, di antaranya:


            “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-‘Isra: 32)


Dalam firman yang lain juga disampaikan bahwa:


“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. Annur: 30)


Tentang hal ini, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:


"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita dan janganlah sekali-kali seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya". (HR Bukhari No. 2784)


Pacaran dengan segala aktifitasnya ini, mendekati perbuatan zina. Mulai dari zina paling ringan, seperti zina mata, zina hati, zina lisan sampai klimaksnya adalah zina perbuatan (fisik) dari hanya bersentuhan sampai kepada yang lebih dari itu.. Na’udzubillah mindzalik.


Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 6925)


Ayat Qur’an dan hadits di atas juga diperkuat dengan hasil riset berjudul “The Touch of a Man Makes Women Hot” yang dipublikasikan di LiveScience, pada 29 Mei 2012 menunjukkan bahwa sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita. “Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki,” ungkap salah satu peneliti dari University of St. Andrews, Amanda Hahn.


Islam melarang berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah karena sentuhan melahirkan gerakan otak, kemaluan, dan nafsu. Jadi, pacaran sebenarnya adalah sebuah fenomena masif yang berbahaya dan harus diwaspadai terutama oleh kalangan muda, bukan sebaliknya, karena sudah biasa, hal tersebut justru menjadi wajar bahkan dianjurkan.


Kita bisa melihat banyak orang tua yang begitu bangga jika melihat anaknya memiliki seorang pacar dan bisa bepergian kemana saja dengan pacarnya tersebut. Padahal terdapat banyak dampak buruk dari berpacaran yang sebenarnya harus dijauhi bukan malah memberi dukungan.


Sudah banyak bukti dari buruknya hasil berpacaran, terutama dalam hal ini perempuan menjadi pihak yang sangat dirugikan. Kita bisa mendapatkan kabar berita tersebut menghiasi layar kaca setiap harinya. Katakanlah seperti hamil di luar nikah, adanya kasus perkosaan dan lain sebagainya.


Menjaga diri dari pergaulan yang tidak baik adalah kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Lingkungan juga akan memengaruhi sikap, perilaku, dan karakter kita. Carilah lingkungan baik yang akan membawa kita pula dengan kebaikan. Karena siapa yang akan menjaga, dia akan terjaga. In syaa Allah.

 

“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.” [HR Al-Bukhari no 5096]

 

Semoga kita menjadi muslim yang mampu membedakan dengan jelas antara yang baik dan buruk, antara yang benar dan yang salah, sehingga kita diberikan kekuatan untuk melawan arus yang saat ini terjadi dan tetap istiqomah dalam ketaatan kepada Allah tanpa meragukan segala perintah dan larangan-Nya. Aamiin. Wallahu’alam bisshowwab.


*artikel : azzlam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Ketika Pornografi Mempengaruhi Akhl...

NEXT ARTICLE

Bukan Pacaran Tapi Ta’aruf

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru