Bisnis Syariah : Pengertian, Prinsip Dasar, dan Peluangnya



Secara bahasa, definisi Syariat (al-syari’ah) berarti sumber air minum (mawrid al-ma’ li al istisqa) atau jalan lurus (at-thariq al-mustaqîm). Sedang secara istilah Syariah bermakna perundang-undangan yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui Rasulullah Muhammad Shalalahu ‘Alaihi Wasalam untuk seluruh umat manusia baik menyangkut masalah ibadah, akhlak, makanan, minuman pakaian maupun muamalah (interaksi sesama manusia dalam berbagai aspek kehidupan) guna meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

 

Bagi anda yang sedang mau atau mencari usaha dan bisnis syariah baik online maupun offline sebaiknya anda pahami dulu mengenai pengertian bisnis syariah, cara bisnis syariah yang benar serta contoh bisnis syariah yang dianjurkan oleh agama Islam. Karena segala hal yang berkaitan dengan bisnis pasti ada hal yang perlu dilakukan dan ditinggalkan. Selain itu membutuhkan modal, baik itu modal dalam bentuk uang ataupun tenaga dan pikiran. Jika anda mencari sesuatu bisnis tanpa modal, apalagi bisnis syariah tanpa modal adalah sebuah kekeliruan. Mungkin yang kalian maksud adalah bisnis syariah modal kecil tanpa mengeluarkan kocek besar sudah bisnis menjalankan bisnis. Daripada salah paham dan ujungnya tidak benar, sebelum jauh pahami beberapa pengertian dibawah ini:



Pengertian


·       Bisnis syariah adalah segala bentuk bisnis dengan dibatasi oleh cara mendapatkan dan memberdayakan harta agar selalu halal dan menolak hal-hal yang bersifat haram. Konsultasi ustad.

·     Bisnis Islami merupakan aktivitas bisnis-ekonomi dengan berbagai bentuk yang tidak ada batasan dalam hal kepemilikan harta baik itu jasa maupun barang, namun dibatasi dalam hal cara memperoleh dan pendayagunaan harta lantaran aturan haram dan halal menurut Islam.Yusanto dan Wijayakusuma (2002)

 

Secara umum, mengenai bisnis syariah adalah bentuk bisnis yang sama saja seperti bisnis lainnya, hanya saja penerapan dan pelaksannaannya didasarkan pada syariat islam. Bisnis ini mengutamakan bisnis dengan penghasilan halal, baik dan berkah. Bisnis berbasis syariah merupakan menuruti akad islam dari persiapan sampai keuntungan. Tidak ada penipuan atau pun penyelewengan.



Jika anda menemukan suatu bisnis atau usaha, setidaknya anda analisa terlebih dahulu mengenai cara bisnis sampai mendapatkan keuntungan. Agar anda terhindar bisnis yang tidak sesuai anjuran syariat, hindari hal hal berikut ini:

 

PRINSIP DASAR DAN ETIKA DALAM BISNIS SYARI’AH

Ada empat prinsip (aksioma) dalam ilmu ikonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah, yaitu: Tauhid (Unity/kesatuan), Keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium), Kehendak Bebas (Free Will), dan Tanggung Jawab (Responsibility).

1.      Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Dalam kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan berakhir kepada-Nya. Dialah pemilik mutlak dan absolut atas semua yang diciptakannya. Oleh sebab itu segala aktifitas khususnya dalam muamalah dan bisnis manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada jangan sampai menyalahi batasan-batasan yang telah diberikan.

2.      Keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium) merupakan konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial. 

3.      Kehendak bebas (Free Will) yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi. Tetapi dalam kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia haruslah sejalan dengan prinsip dasar diciptakannya manusia yaitu sebagai khalifah di bumi. Sehingga kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu telebih lagi pada kepentingan umat.

4.      Tanggung Jawab (Responsibility) terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat. Karena manusia hidup tidak sendiri dia tidak lepas dari hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri sebagai komunitas sosial. Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya diakhirat, tapi tanggung jawab kepada manusia didapat didunia berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sanksi moral dan lain sebagainya.

Ciri  Khas Bisnis Syariah


Bisnis syariah merupakan implementasi/perwujudan dari aturan syari’at Allah. Sebenarnya bentuk bisnis syari’ah tidak jauh beda dengan bisnis pada umumnya, yaitu upaya memproduksi/mengusahakan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan konsumen. Namun aspek syariah inilah yang membedakannya dengan bisnis pada umumnya. Sehingga bisnis syariah selain mengusahakan bisnis pada umumnya, juga menjalankan syariat dan perintah Allah dalam hal bermuamalah. Untuk membedakan antara bisnis syariah dan yang bukan, maka kita dapat mengetahuinya melalui ciri dan karakter dari bisnis syariah yang memiliki keunikan dan ciri tersendiri,

1.     Selalu Berpijak Pada Nilai-Nilai Ruhiyah. Nilai ruhiyah adalah kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai ciptaan (makhluq) Allah yang harus selalu kontak dengan-Nya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya. Ada tiga aspek paling tidak nilai ruhiyah ini harus terwujud yaitu pada aspek : (1) Konsep, (2) Sistem yang di berlakukan, (3) Pelaku (personil).

2.   Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis yang Halal dan Haram. Seorang pelaku bisnis syariah dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahqiqul manath) terhadap praktek bisnis yang Sahih dan yang salah. Disamping juga harus paham dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya (tahqiqul hukmi).

3.      Benar Secara Syar’i Dalam Implementasi. Intinya pada masalah ini adalah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.

4.      Berorientasi Pada Hasil Dunia dan Akhirat. Bisnis tentu di lakukan untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyak berupa harta, dan ini di benarkan dalam Islam. Karena di lakukannya bisnis memang untuk mendapatkan keuntungan materi (qimah madiyah). Dalam konteks ini hasil yang di peroleh, di miliki dan dirasakan, memang berupa harta.

5.     Namun, seorang Muslim yang sholeh tentu bukan hanya itu yang jadi orientasi hidupnya. Namun lebih dari itu. Yaitu kebahagiaan abadi di yaumil akhir. Oleh karenanya. Untuk mendapatkannya, dia harus menjadikan bisnis yang dikerjakannya itu sebagai ladang ibadah dan menjadi pahala di hadapan Allah. Hal itu terwujud jika bisnis atau apapun yang kita lakukan selalu mendasarkan pada aturan-Nya yaitu syariah Islam.

 

Hal- Hal yang Harus  diperhatikan Dalam Bisnis Syariah


1.      Najsy yakni penawaran palsu atau tidak sesuai realita jasa dan barang.

2.   Ba’i al-madum yakni penjualan atas barang (Efek yang belum dimiliki). Dalam hal ini adalah broker yang tidak bertanggung jawab. Jadi kalau menjadi broker sebaiknya sudah dimiliki atau sudah diberi tanggungjawab oleh pemilik barang.

3.     Insider trading yaitu menggunakan informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan. Sama saja kebohongan, karena belum tentu itu benar. Salah satu contoh adalah menggunakan testimoni orang suruhan.

4.     Menyebarkan informasi yang menyesatkan, merugikan dan meresahkan

5.     Margin Trading, yakni transaksi atas Efek dengan Fasilitas pinjaman berbunga atas kewajiban penyelesaian pembelian Efek tersebut.

6.    Ihtikar (penimbunan) yaitu pengumpulan suatu Efek untuk menyebabkan perubahan harga Efek dengan tujuan mempengaruhi pihak lain. Jangan sekali- kali menimbun barang saat murah dan menjualnya saat harga mahal. Itu dilarang!

 

Contoh Peluang Bisnis Syariah

 

Dari pengamatan, setidaknya adalah tujuh sektor bisnis syariah yang memiliki prospek cerah dan menguntungkan. Selain fesyen, keuangan dan asuransi syariah, bisnis Islami lain yang perlu digarap adalah kuliner, kosmetik, farmasi, hiburan, dan pariwisata.



 

*sumber : orangterkaya-id..blogspot.co.id

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Adab Murid Terhadap Guru

NEXT ARTICLE

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY

Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru