Sejarah Jerusalem dan Masjid Al Aqsa


Sebagai kota suci bagi umat Islam, kota Jerusalem beserta Masjid Al-Aqsa-nya telah dinodai oleh kejahatan bangsa Yahudi yang bermaksud menguasai dan menghancurkannya, dan mendirikan tempat ibadah mereka di atas reruntuhannya, meskipun keyakinan tradisional mereka melarang untuk beribadah di wilayah itu.
Kesucian Mesjid Al-Aqsa bukan hanya karena pernah dijadikan arah kiblat pertama dan tempat ibadah bagi kaum Muslimin, tapi ia merupakan simbol harga diri umat Islam di mata dunia. Sudah selayaknya kaum Muslimin seluruh dunia membela kesuciannya, dengan mempertahankan keberadaannya.
 

Jerusalem dalam bahasa Yahudi (HebrewYerushaláyim, juga dulu ada yg menyebut Tsiyown atau Zion, atau dalam masa Romawi disebut Ilya atau Aelia Capitolina, kemudian dalam bahasa Arab dikenal juga sebagai: al-Quds atau Baitul Maqdis [al-Sharif], "The Holy Sanctuary" merupakan kota tua penuh dengan cerita sejarah kontroversi dari sejak zaman purba hingga kini yang melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu: Islam, Yahudi dan Nasrani. Kontroversi ini berpusat pada satu titik di dalam kota Jerusalem yaitu: Kubah As Sakra atau Dome of Rock di dalam kawasan Masjidil Aqsa, yang mana di dalamnya terdapat batu besar.

*Dome of The Rock

Menurut agama Islam di Masjidil Aqsa inilah Rasulullah SAW melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Menurut agama Nasrani, Jacob (Nabi Yakub) pernah tidur di batu besar, yg kini berada dalam Dome of Rock tsb, dan bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Nasrani pun meyakini bahwa di batu itulah tempat Abraham (Nabi Ibrahim) mengurbankan anaknya yaitu Ishak (yg kita yakini anak yg diqurbankan adalah Ismail dan tempatnya di Makah). Sementara menurut orang-orang Yahudi meyakini bahwa Luh-luh Nabi Musa (kitab Taurat yg asli), yg dulu pernah hilang, berada tepat di bawah Dome of Rock. Dan orang-orang Yahudi meyakini bahwa Jerusalem adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka yg dinyatakan melalui Nabi Musa, sehingga mereka meyakini bahwa mereka punya hak penuh atas tanah Jerusalem tersebut. Sementara bangsa Arab Palestina meyakini bahwa mereka adalah penduduk asli dari tanah ini sebelum Bani Israil (orang Yahudi) datang ke tanah ini. Hal inilah yang menjadikan pergolakan antara bangsa Arab Palestina dan bangsa Yahudi Israel hingga sekarang.

Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya. Ada beberapa hadist dan ayat Al-Qur’an yang patut kita ketahui, seperti diantaranya adalah:

 
1. Dari Abu Dzar Radhiyallahu‘anhu beliau berkata “Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. ….[HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]. Sehingga dari hadist ini, kita bisa menyimpulkan bahwa Masjidil Aqsa adalah masjid atau rumah ibadah kedua yg dibangun di dunia setelah Masjidil Haram.

 

2. Baitul Maqdis telah dibangun Nabi Sulaiman pada masanya sebagai rumah ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda. “Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan ; dan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan ; serta memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan)” [Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]

3.Surat Al-Isra’, ayat 1:

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[*] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

[*] Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.Sementara kata “Aqsa” dalam Masjidil Aqsa berarti “jauh”. Jadi Masjidil Aqsa adalah masjid yang jauh.

Setelah peristiwa ini, umat Muslim shalat menghadap ke Masjidil Aqsa selama16-17 bulan, sebelum akhirnya turun surat Al Baqarah ayat 144.

 

4. Masjidil Aqsa adalah 1 diantara 3 masjid yang diminta Rasulullah kepada umatnya untuk dikunjungi. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata.“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR Al-Bukhari dan Muslim]. 

5. Baitul Maqdis juga merupakan tempat dibangkitkan dan dikumpulkan setelah kiamat nanti, seperti diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Maimunah, saudara perempuan Sa’ad dan pembantu Rasulullah SAW, berkata : Wahai Nabi, berikanlah kami sebuah pernyataan tentang Baitul Maqdis.’ Nabi menjawab, ‘Dia adalah tanah tempat manusia dibangkitkan dan dikumpulkan.” (HR. Ahmad)

SEJARAH SINGKAT KOTA JERUSALEM (Baitul Maqdis):


A.      JERUSALEM SEBELUM ISLAM

Pendatang pertama ke Jerusalem, yang dahulu disebut sebagai tanah Kanaan ini, adalah dari bangsa Arab Canaanites, Jebusites dan Amorites yg beremigrasi dari jazirah Arab. Sementara nama “Palestine” sendiri diperkirakan dari daerah yang bernama “Baalist”, yaitu tempat dimana penduduk mediterania bermukim setelah diusir oleh raja Ramses dari Mesir. Penduduk yang tinggal di Baalist itu akhirnya dinamakan Balistiniyyun (Philistines), yg akhirnya kini disebut Palestine yg akhir hidup bersama-sama dengan bangsa Canaanites, Jebusites dan Amorites. Sehingga dengan berjalannya waktu, terjadi percampuran antar bangsa tersebut melalui hubungan perkawinan, sehingga jadilah bangsa Palestina yang sekarang kita lihat.

Kemudian barulah datang para pendatang yg lain termasuk keluarga Nabi Ibrahim, yg kemudian melalui Siti Sarah menurunkan Nabi Ishak, lalu Nabi Yakub (dikenal dg nama Israil) yang kemudian pindah ke Mesir utk bergabung bersama anaknya, Nabi Yusuf. Anak-anak keturunan Nabi Yakub disebut Bani Israil yg kemudian berkembang di Mesir. Pada masa Nabi Musa, para Bani Israil dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Harun dari Mesir menyeberang Laut Merah ke daratan Sinai menuju Jordania. Saat masa Nabi Daud (dikenal sebagai King David), Bani Israil berhasil masuk tanah Jerusalem sampai masa Nabi Sulaiman di tahun 963 SM. Dengan izin Allah SWT, Nabi Sulaiman mendirikan Istana terbesar pada saat itu beserta Masjidil Aqsa di dalamnya. Namun bangsa Yahudi meyakini bahwa bangunan yg dibuat Nabi Sulaiman ini dikenal sebagai Kuil Pertama (rumah ibadah pertama bagi mereka).  

Namun begitu setelah wafatnya Nabi Sulaiman as, kerajaan ini terbelah menjadi 2, yaitu Kerajaan Israel dg ibu kota Sikhem dan Kerajaan Yehuda dg ibu kota Jerusalem. Kedua kerajaan ini sempat diserang kerajaan Assyria pd abad ke 7, sehingga kota Sikhem hancur.

Pada masa Raja Babylonia, Nebukatnezar, tahun 587 SM, Istana Nabi Sulaiman ini dihancurkan dan Bani Israil terdesak keluar Jerusalem. Pada masa Raja Persia, Cyrus, tahun 539 SM, sebagian bangsa Yahudi tersebut dapat kembali ke Jerusalem. Kemudian dg izin Darius Agung, penguasa dari Persia saat itu, mereka membangun bangunan yang disebut sebagai Kuil Kedua, beserta kota Jerusalem  dan temboknya, dipimpin oleh Nehemia sekitar 515 SM - 444 SM di tempat yg sama dimana dulu terdapat Istana Nabi Sulaiman. Lalu haikal jni sempat dijarah pasukan Raja Syria, Antiokus Epipanes pd 170 SM. Pada 63 SM Romawi kembali menyerbu, dipimpin oleh Pompei. Pada tahun 37 SM, saat masih pendudukan Kerajaan Romawi di Jerusalem, Raja Herod (yg berasal dari bangsa Yahudi) merenovasi Kuil Kedua tersebut.

Pada tahun 6 M, Jerusalem dijadikan propinsi Yudea oleh pemerintahan Romawi. Lalu di tahun 33 M, masa pemerintahan Kaisar Romawi, Pontius Pilatus, di Jerusalem terjadi penyaliban nabi Isa as. Kemudian pemberontakan bangsa Yahudi terjadi pd tahun 66. 

Kuil Kedua akhirnya dihancurkan oleh Kaisar Romawi,Titus di tahun 70 setelah Masehi, yang akhirnya Kuil Kedua tersebut diganti menjadi Kuil Dewa Yupiter dan Nama Yerusalem diganti jadi Aelia Capitolina.

B.      JERUSALEM MASA PERIODE ISLAM

Kerajaan Romawi (sampai Byzantium) berkuasa di Jerusalem dari tahun 63 SM s/d tahun 636 M, yaitu sampai datangnya Khalifah Umar Bin Khatab. Sementara peristiwa Isra’ Mi’raj Rasullullah SAW terjadi tahun 620 M. 

Umar Bin Khatab merebut kota Jerusalem pada tahun 638 dari tangan Romawi Byzantium dan dengan mengadakan perjanjian dengan kaum Nasrani agar tidak menghancurkan Gereja-gereja yg ada di dalamnya. Setelah menandatangani perjanjian yg disebut “Omariya Treaty”. Umar minta Uskup Sophronius utk diantar ke tempat suci umat Kristiani, yaitu ke Gereja Makam Suci atau"Church of Holy Sepulchre". Kemudian saat Dzuhur tiba, Sophronius mempersilakan Sang Khalifah utk shalat Dzuhur di dalam gereja tersebut. Lalu dengan sopan Umar menolak, krn dikuatirkan jika ia melakukan itu, kelak umat muslim akan mendirikan masjid di atas tanah tersebut. Sehingga Umar keluar gereja tsb, tidak jauh dari situ, Umar mendirikan shalat Dzuhur. Tak lama kemudian, umat muslim pun mendirikan masjid di tempat Umar shalat tersebut, yg dipersembahkan sebagai penghormatan kepada sang Khalifah yg berhati mulia ini.

kemudian sang Khalifah meninjau batu tempat Mi’rajnya Rasulullah SAW (kini ada di dalam Dome of Rock – bangunan berkubah warna emas) kemudian mendirikan masjid Umar untuk shalat, yang kini menjadi Masjid Al Aqsa (berkubah warna abu-abu) yg terletak lebih ke depan menghadap arah kiblat (Ka’bah).

* Masjid Al Aqsa

Pada masa periode Khalifah Umayyah, tahun 691-692 Abdul Malik bin Marwan membangun bangunan yang sekarang dikenal dengan Dome of Rock atau Kubbah As Sakra dan 2 tahun kemudian memperluas Masjid Umar menjadi Masjid Al Aqsa. Pembangunan diteruskan oleh anaknya, Walid bin Abdul Malik.

Kubah Al-Shakhrah inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Yahudi kepada dunia Internasional sebagai Masjid Al-Aqsa untuk menipu umat Islam dunia, dan menjauhkannya dari pengetahuan dan pengawasan kaum Muslimin. Kubah ini letaknya di dalam wilayah yang sama dengan Masjid Al-Aqsa atau di area Al-Haram Asy-Syarif.

Tujuan utama media Yahudi menyamarkan Masjid Sakhra (Dome of the Rock) sebagai Masjid Aqsa adalah agar Yahudi bisa menghancurkan Al Aqsa dan membangun “Solomon Temple” (Kuil Sulaiman) pada bekas reruntuhan Al Aqsa.  Umat Yahudi meyakini dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) bahwa akan datang di akhir zaman seorang yang mereka anggap sebagai dewa penolong Yahudi yang dinamakan “Messiah” (Al Masih, dalam bahasa Arab) apabila mereka mengadakan ritual agama di Solomon Temple dengan mempersembahkan sapi betina berwarna merah (Al Baqarah). (The Guardian Magazine).

 

Perang Salib I terjadi pada masa periode Dinasti Fatimiyah, tentara Salib (Crusaders) yg dipimpin oleh Godfrey of Boullon, setelah mengepung selama hampir 5 minggu, akhirnya berhasil merebut Jerusalem pd 15 Juli 1099, dengan melakukan pembunuhan brutal termasuk kepada rakyat sipil sehingga menjadikan Jerusalem penuh dg darah saat itu.

Pada Perang Salib ke-3, akhirnya Jerusalem berhasil direbut kembali oleh tentara muslim yg dipimpin oleh Salaudin Al Ayubi pada 2 Oktober 1187 dengan memberi keringanan kepada tentara Salib (setelah dikepung tentara muslim) agar keluar Jerusalem tanpa diserang asalkan mereka keluar tanpa senjata. Tak ada satu orang Kristen pun yg dibunuh dan tidak ada perampasan. 

Pada tahun 1306, Jerusalem dikuasai Dinasti Mamluk dari Mesir, kemudian berpindah tangan ke Dinasti Ottoman Turkey pada tahun 1517, yaitu dimulai masa Sultan Salim I, sampai Sultan Hamid II, dimana Jerusalem memasuki era masa Islam yang panjang dimana berbagai suku bangsa hidup di dalam kota tersebut dan tembok Jerusalem diperbaharui.

C.       JERUSALEM MASA PERIODE ISRAEL

Pada tahun 1917, akhirnya Jerusalem jatuh ke tangan Inggris, dan menjadikan Jerusalem di bawah Mandat Inggris. Kemudian pada 15 Mei 1948 berdirilah Negara Israel, yang saat itu juga Jerusalem Barat dijadikan ibu kota Negara Israel. Sementara Jerusalem Timur masih dikuasai Jordan. Akhirnya pada 26 Juni 1967, Israel juga merebut Jerusalem Timur dari tangan pemerintahan Jordan, sehingga lengkaplah Jerusalem menjadi daerah kekuasaan Negara Israel.

Setelah Israel merebut Yerusalem Timur pada Perang Enam Hari di tahun 1967, orang Yahudi dan Kristen diperbolehkan memasuki kembali tempat-tempat suci, sementara Bukit Bait masih menjadi yurisdiksi wakaf Islam.  Wilayah orang Maroko yang berbatasan dengan Tembok Barat, dikosongkan dan dihancurkan untuk membuat jalan bagi sebuah plaza bagi mereka mengunjungi dinding. Sejak perang, Israel telah memperluas lingkar kota dan menetapkan lingkar pemukiman Yahudi di tanah kosong sebelah timur Garis Hijau.

Namun, pengambilalihan Yerusalem Timur dikritik oleh dunia internasional. Setelah penyampaian Hukum Yerusalem Israel, yang menyatakan Yerusalem “sepenuhnya dan kesatuan” ibukota Israel, Dewan Keamanan PBB menyampaikan resolusi yang menyatakan terjadi “pelanggaran hukum internasional” dan meminta semua negara-negara anggota menarik semua duta besarnya dari kota.

Status kota ini, khususnya tempat-tempat suci, masih menjadi masalah inti konflik Israel-Palestina. Pemukim Yahudi telah mengambil alih situs-situs bersejarah dan membangun di tanah yang disita dari orang Arab untuk meluaskan kehadiran orang Yahudi di Yerusalem Timur, sementara pemimpin-pemimpin Islam terkemuka mengklaim orang Yahudi tidak memiliki hubungan sejarah dengan Yerusalem, menganggap Tembok Barat yang telah berusia 2500 tahun dibangun sebagai bagian dari masjid.  Orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina di masa mendatang. [1]

Di akhir perang pada Juni 1967, saat pasukan Israel memasuki Kota Tua, pemerintah Israel diberi kesempatan tidak hanya untuk memulihkan keberadaan Yahudi ke kota bertembok namun menciptakan wilayah baru Yahudi yang diperluas, yang terdapat Tembok Barat sebagai pusatnya.

1970

Sekelompok rabi ekstremis – dipimpin oleh Shlomo Goren, yang kemudian menjadi kepala rabi Israel – mulai melobi agar orang Yahudi diizinkan masuk ke kompleks mesjid untuk berdoa, walaupun keputusan rabbi tradisional bertenangan dengan praktek seperti.

Kelompok-kelompok Yahudi segera muncul menuntut lebih: bahwa masjid akan diledakkan untuk mencari jalan untuk pembangunan sebuah kuil ketiga yang akan membawa lebih dekat kepada kedatangan Mesias mereka.

1996

Di saat menjabat perdana menteri, Netanyahu membuka terowongan di Tembok Barat, penggalian lainnya mendekati kompleks masjid, sehingga terjadi bentrokan yang menewaskan 75 orang Palestina dan 15 tentara Israel.

Israel, yang mengatakan masjid berada di atas reruntuhan dua kuil Yahudi kuno, yang dibangun oleh Salomo dan Herodes, mengacu pada situs di Gunung Bait dan telah menyampaikan pengakuan untuk mendapatkan kedaulatan atas wilayah tersebut dalam perundingan damai baru-baru ini.

2000

Sebelumnya kekacauan yang oleh Israel pada otoritas Islam di situs ini telah memicu bentrokan antara polisi Israel dan Palestina. Kunjungan pasukan bersenjata lengkap ke kompleks mesjid oleh Ariel Sharon pada tahun 2000, lama sebelum ia menjadi perdana menteri, untuk menyatakan hak Israel ada memicu Intifada kedua.

Pada perundingan Camp David di tahun 2000, Bill Clinton, kemudian menjadi presiden AS, mengusulkan membagi kedaulatan sehingga Israel akan memiliki kontrol atas “ruang bawah tanah” dari kompleks masjid dan Tembok Barat. Selama pembicaraan Ehud Barak, perdana menteri Israel sekarang, pengamat mengkhawatirkan sebutan atas keseluruhan kompleks Yahudi dengan “Mahakudus”, istilah yang sebelumnya digunakan hanya mengacu pada tempat suci di dalam candi yang telah hancur.

Meskipun undang-undang kemurnian agama Yahudi telah melarang orang Yahudi secara tradisional memasuki Mount Temple (Kuil Bukit), namun semakin banyak rabi Yahudi menuntut agar diizinkan untuk berdoa di dalam kompleks tersebut. Lebih lagi kelompok fanatik yang diketahui mendukung peledakan masjid-masjid dan membangun sebuah kuil ketiga di tempat mereka.

2004

Terjadi kerusakan kecil di jalan batu menuju Gerbang Mughrabi di depan kompleks mesjid oleh sebuah badai kecil. Kerusakan bertambah luas karena Israel membongkar jalan itu kemudian.

Menurut bukti yang ditunjukkan ke pengadilan Yerusalem, saat ini para pejabat Yahudi menggunakan kerusakan jalan tersebut sebagai dalih untuk membongkarnya enam tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk menggantikan jalan dengan jembatan logam permanen dan kemudian memperluas plaza doa Yahudi ke daerah dimana jalan itu.

Skema ini adalah gagasan Shmuel Rabinowitz, rabi yang bertanggung jawab atas Tembok Barat, yang menyatakan kerusakan jalan pada tahun 2004 adalah sebuah “keajaiban” yang mana Israel ditawari kesempatan untuk menguasai lebih banyak tanah yang dikuasai Islam di Kota Tua .

2007

Rencana Shmuel Rabinowitz itu disetujui oleh sebuah komite menteri khusus yang dipimpin oleh Ehud Olmert, yang kemudian menjadi perdana menteri. Proyek ini juga mendapat dukungan dari Netanyahu, meskipun ia membekukan pekerjaan konstruksinya pada bulan Juli atas perintah pengadilan Yerusalem.

Hakim, Moussia Arad, mengusulkan pada bulan Januari agar jalan dikembalikan, atau paling tidak jembatan mengikuti rute jalan yang tepat, dan semua pendoa dilarang di lokasi. Posisi itu mendapatkan dukungan dari pejabat PBB yang memantau pekerja Israel di Gerbang Mughrabi.

Pendekatan ilmiah untuk penggalian itu disorot pada awal tahun 2007 ketika muncul tiga tahun sebelumnya arkeolog-arkeolog Israel telah menemukan di sebuah situs ruang berdoa muslim dari masa Saladin, berasal dari abad ke-11, tapi penemuan itu tidak dihiraukan.

Pada bulan Februari 2007, ketika Israel membawa alat berat untuk penggalian di Gerbang Mughrabi, ratusan warga Palestina bentrok dengan polisi sementara Gerakan Islam di Israel menggelar demonstrasi besar-besaran. Jihad Islam mengatakan telah menembakkan dua roket Qassam dari Gaza sebagai jawaban, dan Brigade Martir al-Aqsa mengancam akan melakukan serangan jika pekerjaan itu tidak dihentikan.

Otoritas Islam juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa bagian masjid mungkin akan rusak oleh buldoser, dan mesin berat mungkin juga akan menghancurkan Masjid Al-Buraq yang masih belum ditemukan, yang diyakini terletak dekat dengan Gerbang Mughrabi, yang menandai situs di mana Nabi Muhammad menambatkan kudanya pada malam perjalanan dari Mekah menuju Yerusalem (Isra’).

Untuk menenangkan situasi, Yahudi  mengizinkan pakar dari Turki untuk memeriksa penggalian beberapa waktu kemudian. Mereka melaporkan bahwa Yahudi sedang berusaha mengenyampingkan sejarah Islam di Yerusalem sehingga aspek Yahudi bisa lebih ditonjolkan.

2009

Pada bulan Desember, bertepatan dengan bulan Ramadhan, Israel mulai melakukan penggalian untuk membangun sejumlah terowongan di dekat Mesjid Al-Aqsa. Terowongan-terowongan itu dibangun saling terhubung di bawah lingkungan Arab Silwan, berkedalaman 120 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 3 meter, dan diarahkan menuju bagian utara Mesjid Al-Aqsa.

Pihak Palestina meyakini Israel ingin meng-yahudinisasi Yerusalem dan menghancurkan Mesjid Al-Aqsa, kemudian membangun kuil kedua di atas reruntuhan Mesjid. Namun pihak Israel berdalih melakukan penggalian terowongan untuk fasilitas pariwisata yang pembangunannya dimulai di bawah tanah.

Sementara itu 100.000 orang Palestina tidak bisa mencapai mesjid Al-Aqsa untuk shalat Jum’at (11/12/09) karena dilarang tentara pendudukan Israel. Sejak pagi Jumat ribuan orang Palestina tersebut yang berdatangan dari seluruh kota-kota Tepi Barat mengantri untuk diizinkan masuk ke dalam areal mesjid. [3]

2010

Pemerintah Yahudi telah berkeras meneruskan rencana untuk memperbesar alun-alun doa Yahudi di Tembok Barat di Kota Lama Yerusalem, meskipun diperingatkan akan beresiko memicu intifadhah ketiga.

Para pejabat Israel menolak proposal pengadilan Yerusalem minggu ini (Maret 2010) untuk mengesampingkan rencananya setelah hakim menerima pendapat bahwa perluasan alun-alun doa akan melanggar “status quo” yang meliputi pengaturan tempat-tempat suci Kota Tua. Otoritas Islam menyetujui pengaturan tersebut setelah Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Situs yang dimaksud oleh pejabat Israel terletak di Gerbang Mughrabi, sebuah pintu masuk ke kompleks masjid yang dikenal sebagai Haram al-Sharif, situs yang paling sensitif dalam konflik antara Israel dan Palestina. Di dalamnya ada Masjid Al-Aqsa dan Dome oh the Rock dengan kubah berlapis emasnya.

2017

Yahudi menutup kompleks Al Aqsa 14 Juli 2017 dan memberlakukan pembatasan baru – termasuk menempatkan deetektor logam di pintu masuk. Umat Muslim dilarang untuk shalat di Masjid Al Aqsa. Banyak korban berjatuhan dengan adanya kontak senjata, dan ini menjadi duka untuk seluruh muslim di dunia. Arogansi Yahudi sudah  sangat keterlaluan.


DOME OF ROCK DAN MASJID AL AQSA

Sementara Masjid Al Aqsa dibangun pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khatab, Dome of Rock didirikan pada tahun 689-691, oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan di masa Dinasti Umayyah untuk melindungi batu besar tempat Rasulullah SAW Mi’raj. Kemudian Dome of Rock direnovasi dengan menambahkan kramik Iznik yang bertuliskan Surat Yaasin dan Al Isra’ pada masa Turky Ottoman. Setelah itu terjadi renovasi besar-besaran pada masa pendudukan Jordan yg menggantikan kubah Dome of Rock dengan aluminium dan bronze alloy dari Italia pada tahun 1963-1964. Bangunan Dome of Rock akhirnya dipercantik lagi oleh Raja Husein dari Jordan dengan menambahkan lapisan emas seberat 80kg pada kubahnya, sehingga terlihat indah seperti yang kita lihat sekarang ini. Lalu yang mana yang dimaksud Masjidil Aqsa yang disebut dalam Surat Al Isra’ ayat 1 di dalam Al Qur’an? Yaitu daerah yang membentang dari sekitar Dome of Rock sampai Masjid Al Aqsa yg sekarang. Karena bangunan Masjid Al Aqsa yg sekarang sendiri baru dibangun pertama kali oleh Umar bin Khatab yg awalnya dikenal sebagai Masjid Umar.



Penutup

Yang perlu kita renungkan tentang Jerusalem atau Baitul Maqdis adalah, mengapa Rumah Allah kedua didirikan di sini? Mengapa Nabi Musa diperintahkan Allah membawa Bani Israil ke tanah ini? Mengapa Nabi Muhammad SAW dibawa dulu ke sini baru di’Mi’rajkan’ ke Sidratul Muntaha utk bertemu Sang Maha Pencipta? Kenapa tidak dari Makkah langsung ke Sidratul Muntaha? Mengapa Rasul meminta umatnya agar mengutamakan pergi ke Masjidil Aqsa ini (selain Masjidil Haram & Masjid Nabawi) sebelum pergi ke tempat lain? Mengapa sejak dahulu, berbagai bangsa datang untuk berperang memperebutkan tempat ini?  Mengapa semua manusia akan dikumpulkan di tempat ini datangnya hari Kiamat? Tentu semua ini adalah rahasia Allah yang logika kita masih sangat terbatas dalam menjawabnya. SubhanAllah!

 Sumber : Wikipedia dan lain-lain

 

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

Jual Beli Yang Dilarang Dalam Islam

NEXT ARTICLE

Perawatan Tubuh Ala Rasulullah

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY

Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru