10 Keutamaan Berqurban Idhul Adha, Perintah dan Dalilnya




Ibadah Qurban ini dalam Al-Quran dijelaskan dalam sejarah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail (anak yang disayanginya) dan kemudian karena keikhlasan dan kecintaan Nabi Ibrahim pada Allah, penyembelihan diganti dengan seekor Kambing.

Hal ini merupakan bentuk pengorbanan dan kesalehan Ayah dan Anak yang sama-sama mencintai Allah, lebih dari segalanya. Sejatinya manusia manapun pasti menyayangi anaknya dan menginginkan anaknya untuk selalu berada di sisinya. Tidak pada Nabi Ibrahim dan Ismail, Allah lah diatas segalanya dibandingkan dengan kebahagiaan apapun di dunia.

Perintah dan Hikmah Berqurban

Di dalam Al-Quran terdapat perintah untuk berqurban, tentunya bagi mereka yang mampu dan memiliki kelebihan harta. Allah tidak memaksa jikalau manusia tidak sanggup atau memiliki syarat untuk bisa memenuhinya. Berikut adalah ayat-ayat dalam Al-Quran yang mengandung perintah untuk berqurban beserta ayat-ayat yang berkenaan dengan sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail dalam Berqurban.

1.      QS Al Hajj : 34-35

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.”

2.      QS Ash-Saffat : 102-107

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

3.      QS Al Hajj : 36

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa sejatinya manusia adalah milik Allah dan segala bentuk kecintaan kembali semuanya kepada Allah. Tidak ada yang bisa kita jadikan sebagai hal yang utama, selain dari apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ibrahim dan Ismail adalah sosok manusia yang benar-benar tunduk dan memasrahkan diri kepada Allah. Untuk itu, Allah mengganti kurban dengan hewan yang bisa disembelih dan bermanfaat bagi yang lainnnya. Tentu manusia seperti inilah yang seharusnya menjadi sosok teladan diri kita serta menjadi panutan.

Walaupun ada manusia yang belum mampu berqurban, tentunya kita bisa menghayati ibadah qurban dengan kesungguhan dan penghayatan yang mendalam. Dalam hidup tentunya banyak hal yang kita cintai, Allah mengharapkan kita mampu berkurban atas apa yang kita cintai demi apa yang diperintahkan Allah. Kita tidak menjadikan apa yang kita cintai sebagai belenggu untuk mencari ridho Allah.

Keutamaan dari Ibadah Qurban Idul Adha

Ibadah qurban tentunya bagian dari fungsi Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama . Dengan hikmah dan nilai ibadah Qurban yang begitu tinggi, berikut adalah 10 keutamaan dari ibadah Qurban jika kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

1.      Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail

Dengan melaksanakan ibadah Qurban kita telah meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail, juga sebagaimana yang telah Rasulullah Muhammad SAW lakukan. Untuk itu, kita telah melaksanakan ibadah yang telah disunnahkan oleh para Nabi tersebut.

2.      Napak tilas ibadah Qurban dari Ibrahim dan Ismail

Dengan Ibadah Qurban, kita juga bisa merasakan napak tilas ibadah qurban yang sebelumnya dilakukan Nabi Ibrahim dan Ismail. Kita bisa merasakan bahwa berqurban adalah ibadah yang mungkin berat, namun bisa memberikan kebermaknaan dan ridho Allah SWT. Kita bisa merasakan bagiamana rasa dan nilainya dari sebuah pengorbanan atas apa yang diqurbankan.


3.      Belajar untuk ikhlas

Ibadah qurban juga memiliki keutamaan dengan kita bisa belajar ikhlas. Kita bisa belajar bagaimana keikhlasan dibentuk dari harta yang kita korbankan. Manusia saat ini hanya diperintahkan berkorban harta atau hewan qurban, bukan Anak yang sebagaimana Nabi Ibrahim pernah alami.

4.      Mendapat ridho dan pahala dari Allah

Ridha dan pahala dari Allah tentu akan didapatkan jika kita benar-benar menjalankannya secara ikhlas. Namun secara umum ridho Allah akan diberikan-Nya pada yang tulus beribadah dan menjalankan ibadah secara tulus.

5.      Menyebarkan kebaikan dan manfaat untuk orang lain

Ibadah qurban juga memiliki keutamaan untuk menyebarkan kebaikan dan manfaat pada orang lain. Daging-daging yang disebarkan tentu akan bernilai kebaikan dan manfaat pada orang lain yang membutuhkan. Sehingga ibadah ini memiliki nilai sosial, bukan hanya untuk individu semata.

6.      Belajar untuk tidak berlebihan mencintai dunia

Dengan ibadah berqurban kita bisa belajar untuk tidak mencintai dunia secara berlebihan. Kita bisa menempatkan bahwa harta di dunia bukan hanya milik kita, namun harus disebarkan dan diberikan manfaatnya pada orang lain. Hal ini agar kita tidak mencintai apa yang kita miliki secara berlebihan.

7.      Mendapatkan kebermaknaan atas harta dari ibadah Qurban

Dengan beribadah qurban juga kita bisa mendapatkan kebermaknaan dari harta yang kita keluarkan untuk dijadikan hewan qurban. Tentunya hewan qurban yang kita berikan akan menjadi makna tersendiri dan kebahagiaan bagi kita yang berqurban. Tentunya kebahagiaan beribadah adalah salah satu hal yang membuat kita bahagia di Dunia Menurut IslamSukses Menurut IslamSukses Dunia Akhirat Menurut Islam dengan Cara Sukses Menurut Islam. 

8.      Belajar Bertaqwa kepada Allah

Keutamaan berqurban salah satunya adalah belajar bertaqwa. Bertaqwa dalam artian mengikhlaskan apa yang kita qurbankan. Ketaqwaan ini bisa kita latih dengan qurban, sebagaimana qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Ismail dan dicontoh oleh Nabi Muhammad SAW.

9.      Kesempatan Untuk Berdoa di Hari Raya Idul Adha

Di Hari Raya Idul Adha dengan melaksanakan ibadah qurban juga bisa kita berdoa dan menyebut Asma Allah saat hewan akan disembelih. Tentu hal ini adalah hal yang jarang didapatkan atau langka, karena hanya dilaksanakan setahun sekali.

10.  Menghindarkan Dosa Menahan Harta

Keutamaan dari berqurban juga adalah kita dihindarkan dari dosa menahan harta. Harta tidak kita tahan dan kita keluarkan dengan berupa hewan qurban yang dibagikan pada mereka yang kurang mampu.

 

*sumber : dalamislam.com

SHARE Facebook Twitter
PREVIOUS ARTICLE

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah

NEXT ARTICLE

Apa Makna Spiritual di balik Ibadah...

RELATED ARTICLES

COMMENTS (0)

LEAVE A REPLY


Masukkan Nama dan Email Anda untuk mendapatkan artikel terbaru

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'timezonedb' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: